MEMILIKI kepedulian kepada para remaja merupakan alasan utama Resafina Melinda Sudomo (23) menjadi Duta Genre Kabupaten Purbalingga 2022. Salah satu program yang ia usung yaitu Berwarna (Bersama Wujudkan Remaja Berencana). Dirinya ingin mengajak seluruh remaja di Purbalingga untuk paham akan bahaya resiko triad (tiga masalah pokok) kesehatan reproduksi remaja (KRR), yaitu Seksualitas, HIV/AIDS dan Napza.
Perempuan yang kini menjadi mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu menjelaskan, dalam program tersebut ia memberikan pelatihan serta pengetahuan pada para remaja untuk lebih paham akan potensi diri mereka. Sehingga mereka dapat terhindar dari bahaya sex bebas, HIV/AIDS, narkoba dan memperhatikan kesehatan reproduksi remaja.
“Di sini kita lakukan berbagai macam pelatihan untuk menggali potensi tiap remaja yang memang unik dan beragam. Dari situ kami rangkul mereka agar paham akan bahaya triad KRR bagi masa depan para remaja. Sehingga mereka bisa meraih prestasi yang gemilang,” tuturnya.
Ia menjelaskan, untuk remaja jaman sekarang diperlukan persiapan dan perencanaan untuk pendidikan serta karir mereka. Sebab, tantangan di era modern sangat banyak. Jika tidak mampu mengikutinya, maka mereka dapat tergerus oleh perkembangan zaman.
Lebih lanjut selain untuk karir, program Berwarna juga menyosialisasikan kepada generasi muda akan bahaya pernikahan dini. Di mana di Purbalingga sesuai data dari Kemenag pada 2022 lalu tercatat ratusan remaja melakukan pernikahan dini.
“Totak ada 235 remaja umur 18 tahun ke bawah yang melakukan pernikahan dini. Padahal, dari penelitian, usia matang untuk menikah secara mental dan organ reproduksi minimal 19 tahun. Maka kami di sini hadir untuk menekan keinginan remaja melakukan pernikahan, sehingga nantinya bisa melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas,” ujarnya. (fan/gih)










