Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan Menulis Teks Persuasi Menggunakan Media Audiovisual

Oleh: Erna Purwanti, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMP N 7 Pemalang

PENGGUNAAN media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembalajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya.

Media audiovisual merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Menurut Sanjaya (2010:33), media audiovisual yaitu jenis media yang mengandung unsur suara dan gambar yang bisa dilihat. Misalnya rekaman video, film, slide suara, dan lain sebagainya.

Asyhar (2011:45) mendefinisikan bahwa media audiovisual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Beberapa contoh media audiovisual adalah film, video, program TV dan lain-lain.

Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis berarti mengekspresikan gagasan yang tersusun secara sistematis, logis, serta dikemas secara menarik. Menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan (informasi) secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya (Dalman, 2014:3).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pembelajaran menulis mengkaji berbagai keterampilan. Siswa dapat mengembangkan kreativitas lewat keterampilan menulis. Pelatihan menulis dapat menggerakkan siswa untuk belajar bahasa. Setiap penulis pasti memiliki tujuan dengan tulisannya antara lain mengajak, menginformasikan, meyakinkan, atau menghibur pembaca.

Menurut Kusnaidi, dkk, (2009:173), teks persuasi merupakan paragraf yang bermaksud mempengaruhi pembaca dan pendengar agar sependapat, sejalan pikiran, dan akhirnya sesuai sikap dengan penulisnya dengan mengemukakan berbagai ilustrasi dan pembuktian untuk menarik, mempengaruhi, atau mengajak pembaca mengikuti kehendak penulis. Senada dengan hal tersebut, Alfiansyah (2009:86) menjelaskan bahwa paragraf persuasi adalah sesuatu karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta. Adapun ciri-ciri paragraf persuasi yaitu memiliki alasan yang kuat, fakta, dan buktiuntuk memperkuat bujukan. Kemudian memiliki kalimat yang bersifat mengajak pembacanya untuk melakukan apa yang sudah dituliskan dalam paragraf. Lalu terdapat kata-kata seperti ayo, marilah, sebaiknya, dan lain sebagainya untuk mempengaruhi pembaca. Paragraf persuasi umumnya akan menghindari kemungkinan adanya konflik agar pembacanya merasa dimanjakan.

Teks persuasi bersifat mempengaruhi orang lain. Secara umum, teks persuasi memiliki beberapa ciri bertujuan mengajak orang untuk melakukan sesuatu. Selain itu memiliki data berupa fakta, contoh, dan bukti yang digunakan untuk memperkuat alasan yang disampaikan oleh penulis berkaitan dengan tujuannya. Berikutnya mengandung kata-kata ajakan. Seperti ayo, marilah, dan laksanakanlah.

Berikut adalah struktur dari teks persuasi. Pertama, pembukaan. Memuat pandangan awal penulis yang menempatkan topik pada suatu rangkaian kalimat yang relevan. Kedua, tesis yang berisi gagasan umum penulis dari topik yang diangkat. Ketiga, argumen. Memuat alasan berupa bukti yang dapat mendukung tesis. Keempat, rekomendasi. Yakni bagian penutup dari teks persuasif.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kebahasaan teks persuasi meliputi kata kerja yang menyatakan penjelasan, konjungsi yang menyatakan tujuan dan penjelasan, konjungsi sebab akibat (kausal). Berikutnya kata tugas yang menyatakan ajakan atau larangan, serta penggunaan partikel lah dan kah. Sedangkan Syarat-syarat persuasi sebagaimana diterangkan Suparno dan Yunus (dalam Dalman, 2015:147), syarat menulis karangan persuasi adalah sebagai berikut.

Pertama, penulis harus percaya diri dan mampu meyakinkan pendapatnya kepada pembaca melalui wataknya. Kedua, penulis mampu mengendalikan emosi guna mendukung keputusan yang diambilnya. Ketiga, adanya bukti-bukti yang meyakinkan untuk mendukung kebenaran. Persuasi yang dihasilkan penulis pun harus dapat diandalkan kebenaranya dan tidak terlalu abstrak. (*)