Oleh: Asih Nurhayati, S.Pd
Guru PPKn SMP Negeri 7 Pemalang
KEBANGKITAN Nasional adalah periode ada paruh pertama abad ke-20 di Nusantara, ketika rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting. Yaitu berdirinya Budi Utomo dan Ikrar Sumpah Pemuda. Sementara itu, arti pendidikan adalah pembelajaran ketrampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi dibawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak (Wikipedia).
Di dalam dunia pendidikan ditingkat sekolah umumnya, pembelajaran Kebangkitan Nasional, terutama di SMP, masih rendah untuk diterimakan kepada siswa-siswa sekolah. Semua ini dikarenakan pengaruh pandemi covid-19 yang mempengaruhi jiwa, mental, dan fisik pada siswa-siswa tersebut. Pandemi yang berlangsung saat itu, masih terasa sekali di tahun-tahun ini. Dengan bukti di lapangan, banyak siswa yang sudah turun morilnya. Sudah banyak yang tidak patuh dengan perintah guru ataupun aturan sekolah.
Pendidik harus bisa dan mampu melampaui semua gejolak peradaban dunia pendidikan dengan berbagai situasi yang ada, baik dari dalam maupun luar pengaruh negatif. Di dalam pembelajaran di sekolah, pendidik sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk berhadapan dengan peserta didik/siswa, dengan rencana program pembelajarannya dan alat medianya. Dalam pembelajaran Kebangkitan Nasional, Pendidik akan mengajar peserta didik untuk memahami arti kebangkitan Nasional dengan menggunakan alat media stick berjalan.
Model pembelajaran ini akan menarik perhatian bagi peserta didik untuk cepat dipahami, dilaksanakan, dan dirasakan hasilnya. Karena di dalam stick berjalan ini, peserta didik bisa menggunakan akal pikirannya dengan leluasa, bebas mengemukakan pendapatnya, sesuai dengan pernyataan soal yang diberikan pendidik, dengan media bernyanyi.
Caranya, Pendidik menyiapkan stick-nya, dan stick tadi akan diberikan peserta didik untuk diberikan pada temannya/peserta didik lain di sampingnya sambil bernyanyi secukupnya (separuh lagu berhenti). Jika lagu itu berhenti, maka stick yang dipegang siswa itulah, pertanyaan yang harus dijawab peserta didik dari pendidik/guru, begitu seterusnya.
Akhirnya, pembelajaran Kebangkitan Nasional di dalam kelas itu sangat menarik bagi semua peserta didik, dan hasilnya positif. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan berkesan sangat menyenangkan bagi peerta didik itu sendiri. Peserta didik juga akan lebih pandai memahami arti penting kebangkitan Nasional bagi pelajar dan bagi bangsa Indonesia. Kebangkitan pastinya akan mengantarkan kita pada pendidikan yang gemilang.
Peserta didik juga dapat mengambil hikmah dari pembelajaran Kebangkitan Nasional. Yaitu dengan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dengan sikap yang positif. Seperti nilai religius, kemanusiaan, demokrasi, dan nilai ketaatan hukum. Semuanya akan mempengaruhi jiwa dan semangat bagi peserta didik di masa mendatang.
Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda sangat berkaitan sekali dengan mentalitas generasi muda sekarang. Pendidik siap mengantarkan pemuda-pemudi menuju masa yang ajkan datang dengan belajar yang tekun dan banyak kreatif untuk menciptakan kemandirian siswa.
Begitu asyiknya pembelajaran Kebangkitan Nasional dalam dunia pendidikan ini dengan media stick berjalan. Sehingga banyak siswa yang antusias mengikuti pemberitahuan ini sampai selesai. Ini tepat sekali dengan pengertian pendidikan seumur hidup. Yaitu proses Pendidikan secara kontinu berlangsung tanpa batas waktu dan tempat, mulai sejak lahir sampai akhir hayat manusia.
Tujuan pendidikan seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi kepribadian seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi kepribaian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya. Kemudian menumbuhkan kesadaran bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis. (*)








