Komunitas Jateng Resik Tanam Ratusan Pohon dalam Rangka Hari Air Sedunia

BERSAMA-SAMA: Sejumlah volunteer dan beberapa pejabat daerah tengah menanam bibit pohon di Pantai Tirang Semarang, Senin (20/3). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret mendatang, Komunitas Jateng Resik bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah dan puluhan relawan mengadakan penanaman ratusan bibit pohon di Pantai Tirang Semarang. Tujuannya, agar tercipta lingkungan yang sejuk dan bersih.

Ketua pelaksana, Kelvin Galuh Dwi Adrianto mengukapkan, sebanyak 200 bibit cemara laut dan 30 bibit kelapa ditanam di pinggir tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengingatkan dan mengubah kebiasaan manusia agar tidak merusak alam.

“Kita mencoba untuk mengedukasi kebiasaan rakyat, karena apa? Kalau bukan kita, siapa lagi yang merawat bumi? Kalau bukan sekarang, mau kapan lagi? Kita nggak harus mengandalkan siapapun,” jelasnya saat ditemui Joglo Jateng, Senin (20/3).

Ia berharap, kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, jika menanam saja, anak kecil pun bisa melakukannya. Hanya saja, merawatnya yang sulit.

“Harapannya untuk kegiatan ini, kita bisa berjalan dengan berkelanjutan. Karena sebenarnya kalau menanam, anak kecil siapapun bisa, tapi yang sulit untuk merawatnya, dan kita sendiri sudah melakukan kegiatan monitoring dua bulan sekali. Kalau mungkin bisa lebih kita tiga bulan maksimal,” terangnya.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga melakukan clean up (pembersihan) sampah di area pantai. Masing-masing orang membawakan kantong plastik besar yang digunakan untuk mengumpulkan semua sampah. Baik itu sampah plastik hingga makanan yang berserakan di tempat tersebut.

Manager Engineering PT Silueta Indonesia, Chathura Mataraarachchi mengukapkan rasa senangnya karena bisa mengikuti kegiatan penanaman pohon sekaligus membersihkan area pantai. Menurutnya, Pantai Tirang sendiri masih masih kekurangan fasilitas. Seperti tempat sampah yang terbatas.

“Ada beberapa hal yang masih kurang, kayak tempat sampah yg terbatas, lalu larangan membuang sampah. Perlu di-improve (diperhatikan), supaya orang-orang dengan mudahnya tidak membuang sampah di sembarang tempat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu volunteer yang berasal dari Universitas Wahid Hasyim, Vira Melinda menyampaikan kesannya terhadap kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Jateng Resik. Ia ingin, kegiatan semacam ini sering diadakan.

“Menurut saya bagus sih, kak. Membuat kita lebih sadar lagi ya terhadap lingkungan. Biar kita lebih menjaga kebersihan juga. Terus diadakan sering-sering aja sih,” tanggapannya. (cr7/mg4)