Pati  

ASN Pati Pulang Lebih Cepat Selama Ramadan

ILUSTRASI: ASN saat menghadiri acara di Pendopo Pati, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memangkas jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadan. Hal tersebut sesuai Surat Edaran (SE) nomor 0612/609 tahun 2023 Tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan 1444 H/Tahun 2023 M.

Pemangkasan jam kerja ASN tersebut menindaklanjuti terbitnya SE dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 06 Tahun 2023. Dimana, jam kerja ASN sebelumnya selama sepekan berjumlah 37,5 jam. Namun selama Ramadan berubah menjadi 32,5 jam kerja. Sehingga jam kerja ASN di Pati dipangkas 5 jam selama satu pekan.

Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa ASN yang lima hari kerja, masuk pada pukul 07.30 WIB dan pulang 14.00 WIB di hari Senin hingga Kamis. Tanpa istirahat. Kemudian pada hari Jumat, mereka masuk kerja pada 07.30 WIB dan pulang pada pukul 13.30 WIB. Dengan istirahat pada pukul 11.30 WIB-12.30 WIB.

Sedangkan untuk ASN yang enam hari kerja, masuk pada pukul 07.30 WIB hingga 13.30 pada Senin hingga Kamis, 07.30 WIB-11.00 WIB pada Jumat dan kerja mulai 07.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Mereka tidak diberikan waktu istirahat.

SE tersebut juga tertulis bahwasanya ASN yang bekerja memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat diatur sendiri oleh dinas yang membidangi dengan berpedoman 32,5 jam kerja. Sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan semestinya.

“Diharapkan para Pimpinan Perangkat Daerah memantau pelaksanaan tugas selama bulan Ramadan serta tetap menjaga suasana yang kondusif di lingkungan kerja masing-masing,” tulis Sekda Pati, Jumani, dalam SE yang ditandatangani pada 21 Maret lalu itu.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatih (BKPP) Kabupaten Pati, Muh Saiful Ikmal menyebut pemangkasan itu dimaksudkan agar ASN di Kabupaten Pati yang beragama Islam bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lancar. “Biar ASN terutama ibu-ibu bisa menyiapkan untuk berbuka bagi keluarga. Tapi kerja tetap harus optimal,” sambung dia. (lut/fat)