UMKM  

Fashionablenya Tas Kulit Aleta Leather

BERPOSE: Salah satu karyawan Aleta Leather saat memamerkan hasil tas buatannya, beberapa waktu lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

BERAWAL dari kerajinan furniture orang tuanya yang tidak berjalan karena ada masalah dengan buyer selama lima tahun, Aleta Leather didirikan dengan memanfaatkan bahan baku kulit yang belum terpakai dalam pembuatan furniture. Hingga kini, banyak kalangan yang menyukainya karena produk yang fashionable.

Manajemen Aleta Indonesia Udin mengatakan, Aleta Leather ini adalah usaha keluarga yang didirikan oleh anaknya. “Karena bahan baku dari furniture masih tersedia dan cukup banyak, maka kita terpikirkan untuk membuat aneka macam kerajinan kulit. Kerajinan pertama yang kami buat adalah gelang,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Setelah berhasil membuat gelang, dirinya kemudian mulai mencoba membuat beberapa produk tambahan. Seperti sabuk dan tas yang semuanya terbuat dengan kulit asli.

“Produk paling banyak diminati di Aleta Leather ini adalah tas wanita. Sedangkan untuk model yang sering dicari adalah tote bag dan sling bag, dengan yang bahan bakunya menggunakan kulit krom, karena lebih lemas,” ungkapnya.

Terdapat kelebihan yang dimiliki oleh Aleta Leather jika dibandingkan dengan produk lain, yakni tentang warna yang ditawarkan. Berbagai macam warna ditawarkan bagi pelanggan, mulai dari warna gelap hingga warna pastel tersedia.

“Untuk harga dari produk kita sendiri beraneka macam. Mulai dari Rp 80 ribu seperti gantungan kunci dan lanyard. Ada juga yang mencapai Rp 2 Juta, seperti tas,” imbuhnya.

Harga tersebut dikatakan sesuai, karena kualitas bahan yang ditawarkan merupakan bahan berkualitas dan dibuat secara mandiri. Dengan begitu, produk yang dihasilkan memiliki keunikan tersendiri.

“Untuk bisa melihat dan mendapatkan tas yang kita miliki ini bisa di cek di Instagram kita @Aleta_Leather dan website aleta.id,” tutupnya. (cr4/abd)