Pakar: Deklarasi Ganjar Tunjukkan Kekuatan PDIP

Pakar Politik UNDIP, Dr. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin
Pakar Politik UNDIP, Dr. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara resmi mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 pada Jumat (21/4) lalu. Deklarasi ini menuai tanggapan dari para pengamat.

Pakar Politik Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Dr. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin menilai bahwa hal itu merupakan keputusan yang sulit bagi PDIP sendiri. Pasalnya, bukan hal baru lagi ada dua tokoh yang kuat di dalam partai kepala banteng tersebut yang di gadang-gadang akan menjadi Calon Presiden 2024 yang bakal diusung. Yakni Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

“Ini proses yang tidak mudah bagi PDIP sendiri. Karena kalau kita lihat perjalanan dua tahun terakhir tentu internal PDIP sangat dinamis. Seakan banyak attetion di dalamnya antara mengusung Ganjar atau mengusung Puan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp, Selasa (25/4/23).

Kendati banyaknya dinamika yang terjadi di dalam partai, Teguh menyebut justru hal tersebut akan memperlihatkan kekuatan yang sudah ada di dalam tubuh PDIP sendiri. Pasalnya loyalitas para kader terlihat kepada Ketua Umum PDIP, yakni Megawati Soekarnoputri.

“Saya kira PDIP akan semakin kuat dan mantap, karena para kader berkali-kali mengatakan loyal kepada keputusan ketua umum partai yang memiliki hak priogratif untuk melakukan perintah atau penunjukkan kepada kadernya untuk menjadi presiden,” paparnya.

Teguh mengaku, proses Ganjar sebagai Capres 2024 masih sangatlah panjang. Terlebih masih banyak faktor yang harus ditentukan yakni faktor calon wakil presiden dan faktor partai pengusungnya.

Dari kedua faktor yang masih belum jelas tersebut, faktor calon wakil presiden menjadi faktor yang paling berpengaruh. Lantaran melihat bakal saingan Ganjar yang bisa dibilang cukup kuat, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang digadang-gadang juga Capres 2024.

“Wapres harus benar-benar difikirkan oleh PDIP. Karena saat ini sudah jelas pertarungannya siapa melawan siapa. Saya kira 2-3 minggu ini konsolidasi antar partai ini akan menentukan di dalam prosesnya,” ujarnya.

Teguh pun menilai bahwa Ganjar sudah memenuhi kriteria sebagai calon presiden. Hal itu terlihat dari kinerjanya selama dua periode menjabat sebagai Gubernur Jateng dengan gaya kepemimpinan yang sangat responsif dan sering melakukan komunikasi dengan masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Saya kira Ganjar memenuhi sebagai calon presiden. Hanya memang sekarang kita akan melihat apakah beliau cukup hanya mengandalkan faktor-faktor yang berhubungan dengan relasi sosial untuk menentukan kesatuan komando di dalam pemilu ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ketika disinggung terkait elektabilitas Ganjar Pranowo saat ini, ia mengaku kondisi elektabilitas Ganjar dan Prabowo sama-sama kuat yang kemudian disusul oleh Anies.

“Ganjar saat ini terus kejar-kejaran dengan Prabowo, survei setelah dideklarasikan memang belum ada tapi survei kemarin H- beberapa hari sebelum Megawati umumkan, kekuatan Prabowo malah lebih kuat dan melewati Ganjar,” tutupnya. (luk/gih)