SLEMAN, Joglo Jogja – Kunjungan wisatawan ke Sleman pada libur lebaran tahun ini belum mencapai puncaknya. Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memprediksi, puncak kunjungan wisatawan baru akan terjadi pada akhir pekan ini.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, panjangnya masa liburan lebaran tahun ini masih ditambah dengan libur Hari Buruh pada Senin (1/5) mendatang. Hal itu membuat puncak kunjungan wisatawan ke Sleman kemungkinan akan bergeser pada akhir pekan nanti.
“Ini belum pada puncaknya. Masih pada muter-muter syawalan jadi ini mungkin belum sampai puncaknya. Beberapa hari di Kaliurang sudah ada peningkatan tapi belum seperti yang kita harapkan,” katanya, Selasa (25/4).
Diperkirakan, masih ada wisatawan yang berlibur sampai pekan depan. Namun puncak kunjungan wisatawan berpotensi terjadi di sekitar Senin (1/5) mendatang, bertepatan dengan libur Hari Buruh.
“Mungkin sampai di hari itu, sekalian ambil cuti di pasca lebarannya,” tegasnya.
Perihal preferensi destinasi wisata yang jadi jujukan wisatawan pada momen lebaran ini di antaranya Candi Prambanan, Kaliurang. Kemudian Tebing Breksi, dan Obelix Hills.
“Masih sama untuk wisata di Sleman masih didominasi di lereng Merapi, Candi Prambanan, Breksi dan Obelix masih menjadi pilihan utama wisatawan,” terangnya.
Sementara untuk desa-desa wisata dikunjungi wisatawan dengan minat khusus, yakni mereka yang ingin live in. Di Merapi pada Sabtu (22/4) lalu tercatat setidaknya ada 2080 orang yang berwisata kesana. Sementara pada Minggu (23/4) lalu ada sekitar 3869 wisatawan yang berkunjung ke Merapi. Jumlahnya terus meningkat.
Meski berpotensi besar mendompleng ekonomi pariwisata Sleman, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menegaskan, masyarakat diminta tidak menerapkan tarif nuthuk kepada wisatawan. Ia juga berharap, harga barang maupun jasa yang diberikan di momen lebaran ini tetap dalam angka yang standar. Sehingga hal itu akan menjadi contoh bahwa di Sleman adalah standarisasi untuk masayarakat bisa welcome dengan siapa pun.
Diperkirakan Kustini, ada satu juta wisatawan yang bakal singgah ke destinasi wisata di Sleman. Selain tidak menerapkan tarif nuthuk, Kustini juga menyinggung soal pengelolaan sampah di destinasi wisata selama Lebaran.
“Dengan lingkungan yang bersih wisata senang dan tidak berserakan. Insyallah kita sama-sama sesarengan dan ini kita memang memberi edukasi ke masyarakat,” imbuhnya. (cr5/mg4)










