UMKM  

Berawal dari Pandemi Hingga Punya Outlet Sendiri

Chira Roshiany, pemilik outlet corndog “Chesmol”
PROSES PEMBUATAN: Chira Roshiany, pemilik outlet corndog “Chesmol” saat menyiapkan corndog untuk pembeli, belum lama ini. (VIKKY ANDRIAN/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Pandemi Covid-19 membawa berkah bagi beberapa kalangan. Salah satunya bagi Chira Roshiany, pemilik outlet corndog mozzarella yang kini eksis di Rembang.

Berawal dari dirinya yang mendapat pengurangan jam kerja ketika pandemi, perempuan yang akrab dipanggil Roshi ini mencoba hal baru. Mengetahui bahwa Korean street food sedang menjamur dan digemari kala itu, Roshi menjajal peruntungannya dengan membuat dan menjual corndog.

“Waktu itu kan aku kerja di salah satu maskapai penerbangan di Jogja. Habis itu pas Covid ada pengurangan jam kerja, aku coba-coba bikin corndog untuk dijual,” ujar Roshi.

Ia mengaku mempelajari cara membuat corndog secara otodidak. Pada hari pertama, Roshi berkata tak ada pelanggan sama sekali. Namun, setelah beberapa kali melalui percobaan dan gagal, lama-kelamaan pembeli pun datang dan menjadi pelanggan tetap.

“Waktu itu masih di Jogja. Jualan hari pertama ngga laku. Terus pas hari-hari selanjutnya mulai ada satu-dua pelanggan. Aku coba rasain, apa yang sekiranya bikin corndog-nya enak atau ngga enak, lalu aku evaluasi biar resep dan rasanya lebih pas dan mantap,” terang Roshi.

Setelah sukses membuka 3 cabang di Jogja, kini Roshi juga membuka beberapa outlet di Rembang. Sampai saat ini, Roshi telah mempunyai pelanggan tetap yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Targetnya sebetulnya lebih ke anak-anak, tapi pelanggan juga banyak yang orang tua,” kata Rosi.

Dengan harga ramah di kantong, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per porsi, setiap harinya 1 outlet Roshi dapat menjual sampai 50 porsi. Jika akhir pekan atau terdapat even-event tertentu, dirinya mengaku 1 outlet dapat menjual 100 hingga 200 porsi per hari.

Tak mau berpuas diri, kini Roshi terus berupaya untuk menginovasikan produknya. Jika corndog biasanya hanya menyediakan rasa asin dan pedas, Roshi menawarkan rasa manis untuk produknya. Tak hanya itu, dirinya juga terus menambah jenis produk seperti tteokbokki, sotong, dan odeng agar pelanggan tak merasa bosan.

“Sekarang ada 12 varian corndog. Jadi ngga hanya yang rasa asin-pedas, tapi ada juga rasa manis, kayak topping coklat, dan lain-lain. Terus ada juga varian baru di sini. Ada tteokbokki, sotong, dan odeng,” pungkas Roshi. (cr8/fat)