PATI, Joglo Jateng – Persoalan sengketa lahan di SDN Dukuhseti 02 dan Kantor Balai Desa Dukuhseti dengan pihak Sunari atau pemilik sertifikat belum selesai hingga kini. Bahkan halaman sekolah itu ditanami pohon pisang gara-gara persoalan tersebut.
Akibatnya, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut menjadi terganggu. Sehingga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati, Sugiyono, sangat menyayang hal tersebut.
Pihaknya telah mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan berkomunikasi dengan pihak bersangkutan. Hal tersebut menindaklanjuti lanjuti laporan dari kepala sekolah SDN Dukuhseti 02.
“Penanaman pohon terus terang sangat menggangu. Terus terang secara psikisnya mengganggu anak-anak. Sebenarnya mau kita ambil karena itu bagian dari kenyamanan proses belajar mengajar,” kata Sugiyono, belum lama ini.
Dia meminta agar persoalan tersebut diselesaikan dengan baik. Sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Apalagi, lanjut dia, pernah terjadi penyegelan tempat umum yang dilakukan dilakukan pihak Sunari.
“Mohon, kalau misalnya diakui bahwa itu benar-benar kepemilikannya, silahkan proses hukum. Kedepankan itu. Jangan sampai menganggu pelayanan umum kaitannya dengan pendidikan. Karena itu anak bangsa yang akan meneruskan bangsa kita,” imbuhnya.
Pihaknya kedepan juga akan segera berkomunikasi dengan keluarga Sunari atau pihak pemilik sertifikat. Dengan maksud agar persoalan tersebut dapat segera terselesaikan. Sehingga pelayanan pendidikan di SDN Dukuhseti 02 kembali normal.
“Prinsipnya agar masalah ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Nanti kami yang back up. Mudah-mudahan ada jalan yang terbaik. Nantinya juga akan berkomunikasi dengan Pak Sunari,” tandasnya.
Sebelumnya, ada belasan pohon pisang yang ditanam di halaman sekolah tersebut. Aksi itu disebut dilakukan oleh pihak Keluarga Sunari karena persoalan lahan yang belum selesai.
Kepala SDN 02 Dukuhseti, Endah Krismiati, kaget dan tak menyangka kejadian semacam ini kembali terulang. Ia pun menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Sunari itu.
“Suasana kemarin-kemarin sudah sangat kondusif sekali, terus kemarin sore (8/5) ada penanaman pisang kembali, seperti bulan-bulan kemarin. Kita sangat kaget sekali, sangat prihatin sekali, dengan hal yang dilakukan pihak Mbah Sunari,” kata Endah. (lut/fat)










