PATI, Joglo Jateng – Massa yang tergabung dalam Aliansi Warga dan Pemuda Tayu menggelar aksi di depan Pendopo Kecamatan Tayu, Pati, pada Rabu (12/8/2026). Mereka menolak rencana kebijakan pelarangan hiburan sound horeg di wilayahnya.
Aksi ini pun berujung rusuh. Bahkan Camat Tayu, Imam Rifa’i, sempat diamuk massa hingga dilempari botol minuman. Kemarahan massa itu dipicu lantaran Camat Tayu yang tak kunjung menemui pendemo.
Bahkan, beberapa kali massa mendobrak pintu gerbang Kantor Kecamatan Tayu yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Hingga akhirnya, satu pintu gerbang jebol karena tak kuat menahan gempuran massa.
Tak berlangsung lama, Camat Tayu pun langsung menemui massa dan naik ke mobil komando. Namun, massa langsung merangsek ke depan. Camat pun menjadi sasaran amukan massa. Dari kejauhan, beberapa pendemo melemparinya dengan botol dan gelas air mineral.
Di tengah suasana panas itu, Camat Tayu sempat memberikan penjelasan kepada ratusan massa mengenai duduk perkara pelarangan sound horeg. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena mereka tetap menuntut agar larangan tersebut dicabut. Akhirnya, disepakati audiensi di Pendopo Tayu.
Dalam audiensi tersebut, Camat Tayu akhirnya menyepakati tuntutan pendemo. Yakni mencabut larangan sound horeg yang dikuatkan dengan berita acara yang ditandatanganinya.
“Mencabut pernyataan larangan sound horeg di wilayah Kecamatan Tayu yang dinilai meresahkan dan menimbulkan multitafsir. Sampai saat ini terkait sound horeg berpedoman dengan Surat Edaran Bupati Pati,” tegasnya.
Imam juga meminta maaf kepada masyarakat karena telah membuat kegaduhan sejak mengeluarkan larangan sound horeg pada Selasa (4/8/2026) lalu. “Menyampaikan permohonan maaf terkait dengan kegaduhan di media terkait sound horeg di media sosial dan masyarakat Kecamatan Tayu,” ujarnya.
Sementara itu, koordinator lapangan aksi, Nur Khamim, mengecam keras sikap Camat Tayu yang dinilai memicu kegaduhan di tengah situasi warga yang tenang. Ia mendesak adanya klarifikasi transparan terkait dasar pelarangan tersebut.
“Hari ini kami menyikapi statement Pak Camat. Kenapa dia sebagai pejabat Tayu malah membuat kegaduhan? Masyarakat sudah tenang, kenapa buat statement yang menjengkelkan?,” ucapnya. (lut/fat/rds)










