3.100 Calhaj Jateng Digantikan Jemaah Cadangan

Plt Kabid PHU Kemenang Jateng, Fitriyanto
Plt Kabid PHU Kemenang Jateng, Fitriyanto. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 3.100 calon jemaah haji (calhaj) reguler dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bakal digantikan oleh jemaah cadangan. Hal ini karena mereka belum melakukan konfirmasi pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenang Jateng, Fitriyanto mengatakan, kuota haji sebanyak 30.013 jamaah tetap terpenuhi. Kendati terpenuhi, sebanyak 3.100 kursi bakal diisi oleh JCH cadangan, karena JCH reguler belum melakukan konfirmasi pelunasan BPIH.

“Meskipun ada JCH reguler yang belum lunas, namun jumlah kuota pemberangkatan haji di Jateng tetap terpenuhi (30.013). Karena bakal diisi oleh cadangan yang telah lunas,” ujar Fitriyanto, Selasa (23/5/23).

Terkait JCH yang batal berangkat karena berbagai faktor termasuk karena meninggal, Fitriyanto mengaku laporan tersebut lebih jelasnya dipegang tiap kabupaten/kota. Namun ia menegaskan, meskipun nanti ada yang batal berangkat, kuota di Jateng masih akan terpenuhi.

“Malah sisa, ada cadangan (yang telah lunas). Kalo semisal masih ada yang lunas dan batal berangkat,” jelasnya.

Sedangkan 35 kabupaten/kota yang memberangkatkan JCH terbanyak, berada di Kota Semarang. Pasalnya, ada sekitar 1.500 calon haji yang berasal dari Kota Lumpia. “Terbanyak itu Kota Semarang, terus Demak, Jepara, Pati. Daerah-daerah itu di atas seribuan,” bebernya.

Sekadar informasi, Kemenag Jateng mengaku telah menyiapkan dan mematangkan segala persiapan yang dibutuhkan. Nantinya, JCH sebanyak 30.013 itu akan dibagi menjadi 86 kloter keberangkatan.

“Kloter satu masuk asrama 23 Mei. Masuk dari Grobogan, nanti akan kita terima empat kloter. Penerbangan pertama 24 Mei,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenag Jateng mengungkapkan jika calon jemaah haji (calhaj) lanjut usia (lansia) bakal mendominasi keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah, pada haji tahun 2023 ini. Sebab, dari 15 ribu calhaj yang tertunda keberangkatanya pada 2020 lalu karena pandemi Covid-19, sebanyak 9 ribu di antaranya berusia diatas 65 tahun dan dipastikan akan berangkat menunaikan ibadah suci umat Islam.

Pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah skema. Yakni mulai dari pembimbingan petugas haji dan Calhaj hingga pengetahuan mengenai pelaksanaan ibadah haji. (luk/gih)