JEPARA, Joglo Jateng – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terancam menghadapi El Nino. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat delapan kabupaten berpotensi kekeringan.
Menurut BMKG, fenomena El Nino sendiri, sudah terjadi di wilayah Jateng. Hal itu ditandai dengan cuaca kemarau dan turunnya curah hujan. Kabupaten di Jateng yang terancam adalah Brebes, Tegal, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Wonogiri. Data tersebut, berkaca pada kemarau El Nino yang melanda Jateng 2019 lalu.
Oleh karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara tengah bersiap melakukan mitigasi. Apabila terjadi kekeringan, BPBD siap memasok puluhan ribu air liter di sejumlah titik yang rawan kekeringan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jepara, Arwin Nood Isdiyanto memaparkan, sejumlah lima dari 16 Kecamatan yang ada, berpotensi mengalami kekeringan panjang. Kelima kecamatan itu adalah Donorojo, Kedung, Batealit, Nalumsari, dan Mayong.
“Sebanyak lima kecamatan yang rawan kekeringan. Jadi, BPBD akan melakukan langkah represif dengan memasok air puluhan liter kesana,” papar Arwin kepada Joglo Jateng, Kamis (22/6/23)
Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait ketersediaan air di Jepara. Nantinya, BPBD bermodalkan tangkinya mengantarkan ke lokasi kekeringan.
Terkait pendanaan, katanya, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Diperkirakan, dalam sehari BPBD bakal mengerahkan 60.000 liter.
“Tiap tangki truk berkapasitas 5.000 liter. Sehari semalam, truk bisa mengantar tiga sampai empat kali dropping. Jika ada empat truk, maka 60.000 liter per hari. Meski demikian, sampai detik ini belum ada desa atau kecamatan yang mengajukan dropping air bersih,” lanjut Arwin.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberikan lampu kuning, jika El Nino lebih dari dua bulan. Sebab akan membahayakan, seperti kekeringan dan penyakit demam berdarah.
“Peta perkiraan puncak kemarau itu antara Juli dan Agustus. Tapi kita harus melihat kalau El Nino bisa lebih panjang, maka akan cukup berbahaya. Peta bahaya kekeringannya sudah kita petakan semuanya. Setiap OPD betul-betul menyiapkan diri masing-masing, agar kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada. Jadi ini kita siapkan rencana aksi, mitigasi risiko dari dampak El Nino,” pungkasnya, Rabu (21/6). (cr2/fat)










