SLEMAN, Joglo Jogja – Tren sektor pariwisata di Kabupaten Sleman sudah semakin membaik. Hal itu dibuktikan pada libur Iduladha tahun ini. Setidaknya 30.111 wisatawan mengunjungi objek wisata Kaliurang dan Tebing Breksi selama libur panjang Iduladha 1444 Hijriah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Ishadi Zayid mengungkapkan, tingginya wisatawan diperkirakan masih akan terus terjadi pada pekan ini. Hal itu mengingat, saat ini masih memasuki masa libur sekolah.
“Kunjungan wisatawan pada libur panjang yang dimulai sejak Rabu 28 Juli hingga Minggu 2 Juli tercatat cukup banyak. Di dua objek wisata yang dikelola Pemkab Sleman, Kaliurang dan Tebing Breksi, tercatat totalnya sebanyak 30.111 wisatawan yang berkunjung,” katanya, Selasa (4/7/23).
Zayid menjabarkan, di Kaliurang, rincian kunjungan wisatawan per hari. Meliputi Rabu sebanyak 2.264, Kamis, 2.512, Jumat 3.049, Sabtu 4.263, dan Minggu 4.021. Sementara Tebing Breksi, Rabu 1.003, Kamis 1.644, Jumat 1.704, Sabtu 3.893, serta Minggu 5.758.
“Sabtu dan Minggu 1-2 Juli merupakan puncak tertinggi kunjungan wisatawan di kedua objek wisata tersebut. Meski demikian, ramainya wisatawan diperkirakan masih akan terjadi pada pekan ini, karena adanya libur sekolah,” ungkapnya.
Tingginya kunjungan wisata ini diharapkan dapat menutup kekurangan kunjungan wisata yang tidak mencapai target pada libur Lebaran Idulfitri lalu. Waktu itu, Dinas Pariwisata Sleman menargetkan kunjungan mencapai 1 juta wisatawan. Namun yang terealisasi tidak sampai setengahnya.
Tahun ini, Dispar Sleman menargetkan sebanyak 7 juta wisatawan sepanjang tahun. Hingga Juli ini, tercatat sudah ada sebanyak 3.651.000 wisatawan yang berkunjung.
“Kami berharap libur panjang dan libur sekolah ini bisa menutup kekurangan untuk target tahun ini,” harapnya.
Tingginya kunjungan wisata juga terlihat dari sisi okupansi hotel. Libur panjang Iduladha 1444 Hijriah akhir pekan lalu, tingkat okupansi hotel di wilayah Sleman berhasil meningkat. Secara merata, tingkat keterisian hotel di Sleman rata-rata mencapai 70%-75%.
Senada, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo menjelaskan, mulai Rabu hingga Jumat 28-30 Juni lalu, okupansi hotel meningkat. Peningkatan okupansi itu menurutnya cukup signifikan. Tingginya okupansi ini juga tidak terduga, lantaran kebanyakan reservasi kamar hotel dilakukan last minute atau mendekati hari H.
Joko menambahkan, capaian angka itu di luar prediksi PHRI. Karena pada momentum libur panjang ini, diperkirakan okupansi rata-rata hanya 30%.
“Adapun lama tinggal para tamu hotel tersebut menurutnya rata-rata 2-3 malam untuk menghabiskan libur panjang termasuk liburan sekolah. Kondisi ini terjadi merata hampir di setiap hotel di Sleman,” demikian kata Joko. (bam/mg4)










