SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan menggelar kembali Sleman Temple Run (STR) pada 5 November mendatang. Pelaksanaannya akan buat lebih menarik dengan memasuki Kraton Ratu Boko.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan, STR tahun lalu, diikuti setkitar 700 peserta. Sementara, tahun ini ditargetkan sebanyak 1000 peserta yang turut meramaikan gelaran itu.
“Lokasi yang akan kita lewati konsepnya masih seperti dulu kita start finish di Candi Banyunibo. Tetapi ada rute pembeda kita akan lewatkan masuk Kraton Ratu Boko. Ini menarik wisatawan, terutama wisatawan asing. Karena lari sambil menikmati cagar budaya,” katanya dalam konferensi pers di Alana Hotel, Sleman, Rabu (12/7/23).
Danang menambahkan, tujuan utama digelarnya event itu yakni untuk meningkatkan kunjungan dan daya tarik wisatawan. Sebab menurutnya pengembangan destinasi wisata melalui sport tourism dapat meningkatkan daya perekonomian.
“Apalagi lifestyle lari ini jadi daya tarik bagi masyarakat pencinta olahraga. Bahkan Sleman di event running tak terhitung. Nyatanya pesertanya sangat banyak. Antusiasmenya sangat banyak,” ungkapnya.

Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid menambahkan, acara itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Sleman. Menurutnya, dampak positif dari gelaran ini juga dapat dinikmati sektor lain seperti transportasi, okupansi hotel, restoran, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Kita harapkan peserta Sleman Temple Run mencapai target yang kita tetapkan yaitu seribu peserta. Insya Allah gelaran sport tourism ini secara signifikan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Sleman,” terangnya.
Selain menikmati wisata cagar budaya, nantinya peserta lari juga akan disuguhkan kesenian tradisional dari warga sekitar. Seperti jatilan, barongan, hadroh, seni tari, dan lain-lain yang akan ditampilkan di beberapa titik.
“Dengan seni tradisional ini juga jadi pemberdayaan masyarakat sekitar lewat event ini. Tentunya event ini jadi multi efek kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Sementara itu, Race Director Sleman Temple Run 2023 Rustian Gumananda menyampaikan, kategori jarak yang dihadirkan pada Sleman Temple Run 2023 kali ini yaitu 5K, 15K, dan 30K. Peserta yang mendaftarkan diri di bulan Juli akan dikenakan tarif early bird. Sedangkan peserta yang mendaftar Agustus akan dikenakan tarif reguler.
Dengan rincian peserta 5K peserta cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu (early bird), dan Rp 250 ribu (reguler). Sementara, kategori 15K peserta membayar Rp 350 ribu (early bird) dan Rp 450 ribu (reguler). Untuk kategori 30K, peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu (early bird) dan Rp 600 ribu (reguler).
“Registrasi akan dibuka Juli melalui website resmi STR. Setelah mendapatkan sertifikasi terkait rute yang kami targetkan dapat di tanggal 20-25 Juli,” kata Rustian soal Sleman Temple Run 2023.
Adapun hadiah yang ditawarkan yakni untuk kategori 5K, juara I akan mendapatkan trofi dan uang tunai Rp 4 juta, juara II mendapat uang tunai Rp 2 juta, dan Rp 1 juta untuk juara III. Untuk kategori 15K, juara I akan mendapatkan trofi dan uang tunai Rp 6 juta, juara II mendapat uang tunai Rp 4 juta, dan Rp 2 juta untuk juara III.
“Untuk kategori 30K, juara I akan mendapatkan trofi dan uang tunai Rp 8 juta, juara II mendapat uang tunai Rp 6 juta, dan juara III mendapatkan Rp 4 juta,” pungkasnya. (bam/mg4)










