Lestarikan Budaya Jawa lewat Lomba Jemparingan

Yetti Martanti saat mencoba olahraga Jemparingan
FOKUS: Yetti Martanti saat mencoba olahraga Jemparingan di Hotel Brongto, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar lomba Jemparingan yang diikuti 120 peserta dari 26 paguyuban se-Kota Yogyakarta. Kegiatan itu dilakukan untuk mempertahankan budaya Jawa.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam melestarikan nilai-nilai adat dan tradisi. Ia berharap, ke depannya akan ada pelatihan Jemparingan se-Kota Yogyakarta, agar generasi muda ikut serta dalam melestarikan kebudayaan.

“Rencana kita akan melakukan latihan se-Kota Yogyakarta. Ini untuk memotivasi generasi muda khususnya untuk menjadi lebih gemar dengan kegiatan tradisional Jemparingan ini. Sebab olahraga ini mengandung muatan kebudayaan yang ada didalamnya,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Kasus Stunting di Kalurahan Terong Turun
DAPAT APRESIASI: Para pemenang lomba Jemparingan mendapatkan hadiah uang tunai.

 

Sementara itu, salah satu pemenang lomba jemparingan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Nitya Prayitno Poespito mengatakan, para peserta diberikan kesempatan menembakan anak panahnya sebanyak empat kali dari jarak yang telah ditentukan. Bagi peserta yang memiliki poin terbanyak dalam menembak sesuai sasaran akan menjadi pemenang.

Ia mengaku sudah terbiasa mengikuti lomba ini. Sebab, ia merupakan pelatih Jemparingan di Keraton Ngayogyakarta.

“Persiapan kompetensi ini tidak begitu banyak seperti latihan. Kebetulan saya juga sebagai pelatih,” bebernya.

Ia berharap, generasi muda atau milenial banyak yang tertarik dengan olahraga tradisional Jemparingan. Untuk itu, dirinya ikut serta melestarikannya melalui pelatihan ke beberapa sekolah yang ada di Kota Yogyakarta.

Baca juga:  Padat Karya Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat Bantul

“Saya sudah tanamkan mengajar di beberapa panti asuhan di Kota Yogyakarta dan Gunungkidul.  Selain itu, juga di beberapa sekolah yang nantinya akan di mulai pada Bulan Agustus dengan pelatihan dasar Jemparingan agar bisa lebih profesional lagi,” jelasnya. (riz/mg4)