Pemkab Bantul Optimistis Maju Kabupaten Layak Anak Paripurna 2025

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama istrinya Emi Masruroh
TERIMA: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama istrinya Emi Masruroh menerima selempang simbolisasi bapak dan ibu Forum Anak Kabupaten Bantul, di Pendapa Manggala Parasamya I, Kompleks Kantor Bupati Bantul, Minggu (30/7/23). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar acara perayaan puncak Hari Anak Nasional yang ke-39, Minggu (30/7). Hal ini dijadikan sebagai momentum untuk optimistis maju Kabupaten Layak Anak (KLA) Paripurna 2025.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, anak-anak di Kabupaten Bantul ini merupakan subyek dan obyek yang sangat penting dalam keberlanjutan kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, pihaknya mempunyai salah satu misi penanggulangan masalah kesejahteraan sosial.

“Cita-cita ini menjadi komitmen bersama, bagaimana anak-anak di Bantul merupakan anak yang terlindungi dan mendapatkan hak-haknya secara memadai. Ini perlu kita wujudkan bersama. Maka dari itu, membutuhkan kekuatan yang besar dari seluruh kalangan,” ujarnya.

Pihaknya melanjutkan, dengan dukungan dari seluruh pihak, hak-hak anak harus dijamin dan dipenuhi dengan sepenuhnya dan menjadi prioritas dalam segala urusan. Mengingat, Bantul memiliki sekitar 34 urusan yang mencakup isu-isu anak, salah satunya keberhasilan menangani dan mencapai status KLA Utama.

“Setelah mencapai status itu, KLA paripurna kemungkinan besar dapat kita capai pada 2024 atau paling lambat 2025. Karena, hingga saat ini belum ada satupun kabupaten atau kota yang berhasil mencapai status KLA paripurna. Sehingga, kami optimis untuk dapat mencapainya,” imbuhnya.

Sementara itu, Panewu atau Camat Sedayu, Lukas Sumanasa menyampaikan, dengan bangga Bantul telah mencapai kemajuan signifikan, dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak. Seperti, keberhasilan meraih status KLA Utama yang sesuai dengan tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju.

“Pencapaian ini sesuai dengan misi kelima Pemkab Bantul, yaitu penanggulangan masalah kesejahteraan sosial terpadu. Dengan pencapaian sebagai kabupaten layak anak, perempuan dan difabel,” ucapnya.

Pihaknya bersama Pemkab Bantul siap berkomitmen untuk terus berupaya mencapai status KLA di 2024 mendatang. “Kami juga berharap agar berbagai macam jenis layanan kepada anak, agar berkolaborasi dan bersinergi untuk percepatan pencapaian Bantul layak anak,” pungkasnya.(cr11/sam)