BERKUNJUNG ke Yogyakarta rasanya tidak afdal jika tidak mencoba ragam kulinernya. Ayam Geprek Bu Made yang memadukan pedas rasa ayam geprek dan gurih manisnya kuah tongseng menjadi perpaduan mantap yang bisa dipilih.
Ayam Geprek Bu Made terletak di Jl Wulung No 26, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pemilik warung, Pak Made mengungkapkan, dirinya mulai berjualan mulai tahun 2005 dengan menyediakan menu ayam geprek serta tongseng ayan dan kambing. Ia menjualnya di pinggir jalan.
“Awalnya berjualan hanya menyediakan 3 kg ayam saja dan itu di mulai sejak pagi hingga malam. Hingga akhirnya setiap lebaran itu ada kenaikan satu kg,” kata dia saat diwawancarai Joglo Jogja, Kamis (10/8/23).
Ia mengungkapkan, setelah omzet yang didapat terus naik, dirinya memutuskan untuk menyewa tempat yang sampai saat ini dirinya gunakan. Sampai saat ini, dalam seharinya, Pak Made bisa menjual hingga 60 kg ayam.
“Untuk saat ini saya telah menjual ayam geprek 50 kg untuk hari biasa, dan untuk sabtu dan minggu bisa paling banyak 60 kg,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, tercetusnya ide menyajikan ayam geprek kuah tongseng ini berawal saat tongseng yang ia jual habis dan hanya tersisa tiga potong ayam goreng saja. Ketika itu, pembeli meminta dibuatkan ayam geprek yang disiram kuah tongseng.
“Sejak saat itu banyak pelanggan yang ingin mencoba menu baru tersebut. Hingga akhirnya Bu Made terkenal dengan menu ayam geprek kuah tongseng,” jelasnya.
Pria asli Bali itu menambahkan, saat ini tongseng ayam masih disediakan namun tidak ditaruh di etalase depan sehingga hanya pelanggan lama saja yang mengetahuinya. Sedangkan pelanggan baru hanya mengetahui menu yang ada di depan saja.
“Untuk menu ayam geprek kuah tongseng Rp 17 ribu, untuk ayam geprek kuah tongseng dan sayur Rp 19 ribu itu sudah dapat nasi dengan ambil sendiri sepuasnya. Disini juga menyiapkan sambal tomat, terasi, bawang, terasi tomat, dan sambal campur,” imbuhnya.
Semua menu yang disajikan ini merupakan hasil tangan istrinya yang suka memasak. Hingga saat ini dirinya enggan untuk membuka cabang karena ingin menjaga cita rasa yang dimilikinya.
“Banyak orang yang menginginkan kerja sama untuk membuka cabang. Tapi saya tidak mau karena ingin menjaga kualitas rasa yang saya miliki,” pungkasnya. (riz/mg4)










