Pemilihan Ketua Osis SMAN 1 Bangsri, Hadirkan Jokowi Sampai Cak Imin

BERJEJER: Tampak beberapa siswa dengan menggunakan topeng toko nasional dan politik menghadiri Pemilihan Ketua Osis SMA Negeri 1 Bangsri, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

ADA hal yang berbeda dalam Pemilihan Ketua Osis SMA Negeri 1 Bangsri, beberapa waktu lalu. Sebab dalam pemilihan tersebut tampak “hadir” sejumlah tokoh nasional bahkan politik.

Tokoh-tokoh itu hadir dalam bentuk berbeda. Mereka diperagakan sama persis dengan tokoh sungguhan.

Tokoh-tokoh tersebut, di antaranya Joko Widodo (Jokowi), Cak Imin, Prabowo, Megawati, Jenderal Sudirman, juga Sultan Hamengkubuwono IX. Mereka diperagakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Bangsri, Jepara, Jawa Tengah.

Misalnya peragaan Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah itu, diperagakan siswa SMA Negeri 1 Bangsri erat dengan karakternya. Sewaktu tampil, muncul seorang anak kecil datang kepadanya.

“Kok main-main, memang sekolah sudah selesai?,” tanya sosok yang menyerupai Ganjar. Anak kecil pun membalas, “Iya pak rambut putih, sudah tadi belajar di sekolah,”. “Yasudah, ini ada sedikit uang saku. Semangat ya sekolahnya,” sambung Ganjar.

Sontak, obrolan itu disambut dengan riuhan tepuk tangan dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Bangsri. Beserta stakeholder KPU Jepara, Bawaslu Jepara, maupun para guru sebagai juri dalam pementasan tokoh nasional dan politik di lapangan sekolah.

Menurut, Wakil Kepala Kurikulum SMA Negeri 1 Bangsri, Aida Shofiyati memaparkan, munculnya sosok tokoh nasional dan politik sebagai pendidikan bagi siswa-siswi. Sebab dinilai jarang memantau berita nasional.

“Untuk mengenalkan kepada siswa-siswi ihwal tokoh-tokoh yang ada di Indonesia. Dari zaman dulu sampai sekarang. Mereka juga jarang toh baca-baca berita seperti itu,” papar Aida kepada Joglo Jateng.

Selain itu, kata dia, juga mengajarkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema suara demokrasi. Sehingga, siswa-siswi menjadi pemilih yang baik untuk memilih sosok pemimpin yang baik pula.

“Penggunaan hak suara perlu ditekankan. Karena selama ini, siswa-siswi banyak yang abai dengan Pemilu. Supaya aktif dan terhindar dari beragam masalah, harus mengetahui apa itu kampanye hitam, money politik dan sejenisnya,” pungkasnya. (cr2/fat)