Kudus  

Senam Gemes Ajak Masyarakat Peduli Stroke

STAND: Tim RS Mardi Rahayu Kudus di acara senam Gemes (Gerakan Mencegah Stroke) dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional, di Balai Jagong Kudus, Minggu (12/11/2023). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – RS Mardi Rahayu Kudus dibawah naungan Komunitas Peduli Stroke menciptakan senam Gemes (Gerakan Mencegah Stroke). Senam yang ditampilkan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ini sekaligus mengajak masyarakat peduli kesehatan dengan mencegah stroke.

Dokter Umum RS Mardi Rahayu, Yuliana Wara, menjelaskan, RS Mardi Rahayu dalam peringatan HKN mengambil sub tema perihal edukasi pencegahan stroke. Pihaknya juga mensosialisasikan komunitas peduli stroke yang saat ini sudah memiliki 245 anggota.

“Kegiatan ini juga lanjutan peringatan Hari Stroke 29 Oktober kemarin. Kami punya wadah bernama komunitas  Peduli Stroke yang didalamnya terdiri aktivis, hingga pasien dan keluarga penderita strok,” jelasnya.

Menurut Wara masih banyak masyarakat yang terlena dengan penyakit satu ini. Persepsi orang terhadap stroke ini harus diubah dengan gerakan hidup sehat. Baik melalui makanan maupun aktivitas fisik.

“Rata-rata penderita stroke cenderung menyepelekan gejala awal. Setelah stroke parah barulah mereka panik untuk berobat. Padahal jika masih gejala atau stroke ringan penanganan bisa lebih maksimal,” katanya.

Semakin ke sini, kata Wara, kategori penderita penyakit stroke dilihat berdasarkan usia justru semakin turun. Dahulu, saat ia masih menempuh pendidikan Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM). Rentang usia penderita stroke adalah di atas 60 tahun. Namun kini, stroke bahkan menyerang usia 50 tahun hingga 30 tahun.

“Hal ini terjadi bisa dari berbagai faktor. Utamanya perubahan gaya hidup yang malas. Aktivitas fisik yang kurang dan asupan makanan yang sembarangan,” katanya.

Wara menekankan, gaya hidup harus dibiasakan setiap orang. Yaitu aktivitas fisik secara teratur 30 menit sehari dan 5 kali dalam seminggu. Baik itu, sepeda maupun jogging.

“Makanan juga harus dijaga. Jangan terlalu banyak gula. Ditambah dengan istirahat cukup dan memanajemen stress. Kalau bisa rutin medical check up,” tandasnya.

Di kesempatan itu, Wara juga membagikan tips mengenali gejala dan tanda-tamda stroke. Diantaranya senyum tidak simetris, teredak dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba. Yang kedua, lanjut dia, gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba. Bicara pelo, kebs atau kesemutan separuh tubuh.

“Yang kelima pandangan satu mata kabur tiba-tiba dan sakit kepala hebat yang muncul yang tidak pernah dirasakan sebelumnya,” bebernya.

Ia berharap, semua pihak turut peduli terhadap penyakit stroke. Termasuk Dinas Kesehatan harus lebih preventif promotif dengan banyak menggerakkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Harapannya masyarakat lebih sadar menjaga kesehatan dan kalo ada gangguan kesehatan segera ditangani dari awal. Dan paling wajib harus punya BPJS,” pungkasnya. (cr12/fat)