BPBD Kota Semarang Tambah 7 Unit EWS di Titik Rawan Bencana

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mulai menambah tujuh unit early warning system (EWS) yang dipasang di sejumlah titik rawan bencana. Alat ini berguna untuk menjaga keselamatan warga di daerah rawan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto mengukapkan, EWS dipasang di beberapa titik, dari hulu hingga hilir. Total ada 17 EWS yang bakal mendeteksi potensi banjir di Kota Semarang.

“Pemasangan dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi yang telah disurvei rawan banjir atau kenaikan air yang signifikan,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Jateng Sabet 3 Penghargaan dari Bapanas

Adapun tujuh lokasi EWS baru yang telah terpasang, kata Endro, di antaranya Kali Banger RS Panti Wilasa Citarum, Kali Tenggang Kaligawe. Kemudian Kali Sringin Terboyo, serta masing-masing dua unit di Kali Siangker, dan Kali Silandak Kembangarum.

Ia menjelaskan bahwa penambahan jumlah teknologi pemantau dini itu ditujukan untuk meningkatkan mitigasi dan responsi masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir. Selain itu, juga memudahkan pemetaan evakuasi bila potensi bencana air bah telah mengintai.

“Pasalnya, EWS ini aktif 24 jam melakukan monitoring dan dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV). Apabila ketinggian air sudah melebihi batas, ditandai dengan alarm di EWS akan berbunyi,” jelasnya.

Baca juga:  Disdik Kota Semarang Gelar Semifinal OSN Tingkat Kota

Dia menambahkan, selain tujuh alat monitoring banjir baru pada 2023, terdapat 10 EWS yang telah dipasang sebelumnya. Lima EWS dipasang pada 2022 berada di Pudakpayung, Banyumanik, Tugu Suharto, Banjir Kanal Timur (BKT), Mayangsari, dan Intake Jatibarang.

“Lima EWS aktif lainnya berada di Meteseh, SMP Hasanudin 5 Mangkang Wetan, Karangroto, Bendung Plumbon, dan Mangkang Kulon,” ujarnya.

BPBD, lanjutnya, juga memetakan sejumlah wilayah potensi rawan banjir yang menjadi fokus perhatian. Antara lain di Kecamatan Genuk; Kecamatan Semarang Utara; Kecamatan Tugu; dan Dinar Indah Meteseh, Kecamatan Tembalang. (cr7/mg4)