PDAM Kota Semarang Jamin Ketersediaan Air Bersih di Titik Banjir

Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indarto
Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indarto. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Banjir merendam beberapa titik wilayah di Kota Semarang selama dua hari, setelah hujan mengguyur pada Senin (27/11/2023) malam. Sejumlah daerah yang tergenang air antara lain Jalur Pantai Utara dan Jalan Kaligawe.

Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo menjamin ketersediaan air bersih untuk distribusi di sejumlah wilayah terdampak banjir. Pihaknya akan mengirimkan air bersih sesuai dengan instruksi BPBD Kota Semarang yang merupakan koordinator dalam penanganan bencana.

“Kebutuhan dalam penanganan bencana ada di BPBD. Misalnya butuh air untuk bersih-bersih jalan biasanya yang ditunjuk Perkim dan PU. Kami untuk konsumsi, mandi, dan bersih-bersih dalam rumah,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Ribuan Pengawas TPS Resmi Dilantik

Meski di bawah kendali BPBD Kota Semarang, Yudi memastikan kesiapan stok air bersih apabila dibutuhkan untuk memenuhi keperluan masyarakat terdampak bencana pada musim hujan. Terutama banjir.

“Pada intinya kami standby (bersiap, Red.) apabila BPBD perintah butuh tangki air bersih di lokasi terdampak, kami siap kirim,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat banjir tahun lalu, penanganan bisa dilakukan dengan cepat. Air diambilkan dari pipa milik PDAM Tirta Moedal yang dekat dengan lokasi terdampak banjir.

“Kami siap, kadang tidak pakai mobil tangki air, kami cari titik suplai terdekat dari daerah terdampak. Kami ambil dari sana pakai selang supaya cepat tidak mondar-mandir,” ungkapnya.

Baca juga:  500 Peserta Ikuti Lomba Logo HUT ke-477 Kota Semarang

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada permintaan pengirim air bersih ke lokasi-lokasi terdampak banjir. Meski begitu, pihaknya mengimbau tetap kepada masyarakat apabila membutuhkan bantuan suplai air bersih, dapat menghubungi kelurahan, kecamatan, atau BPBD secara langsung. (cr7/mg4)