SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum mengungkapkan, ada 101 isu hoaks berkaitan dengan pemilihan umum (pemilu) ditemukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI). Data ini merupakan rekapitulasi mulai 19 Januari 2022 hingga 27 Oktober 2023.
“Sepanjang tahun 2022 ditemukan 10 isu hoaks. Sementara tahun 2023 sebanyak 81 kasus. Temuan tertinggi pada bulan Oktober 2023 yakni mencapai 21 isu berita bohong terkait pemilu. Selain itu, Kominfo RI juga menerima 526 laporan terkait sebaran berita bohong dan pengajuan untuk di take down. Dari jumlah tersebut, 378 laporan telah ditindaklanjuti,” ungkapnya pada Joglo Jateng, Rabu (27/12/23).
Riena mengaku, media sosial Facebook menjadi platform dengan aduan terbanyak, yakni 455. Sebagian masih dalam proses tindak lanjut untuk bisa di-take down.
“Total laporan yang masuk di Facebook itu ada 455, yang di-take down ada 332 dan 123 lainnya sedang ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain Facebook, aduan terbanyak disusul media sosial Tiktok, lalu Snack Video, dan Youtube. Pihaknya menyebut kebebasan dan keterbukaan di era sekarang menjadi pemicu utama hal itu bisa terjadi.
“Kebebasan dan keterbukaan itu ya jadi tantangan. Karena adanya kebebasan, orang berhak menebar, membuat, dan menerima informasi. Itu potensial dalam menyebabkan misinformasi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Riena mengaku menjelang pemilu 2024 isu hoaks akan meningkat. Oleh karena itu, Diskominfo Jateng bersinergi bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng untuk mengecek konten-konten yang beredar di internet.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Sebelum melakukan sharing akan lebih baik jika disaring terlebih dahulu setiap informasi yang masuk.
“Sebelum sharing akan lebih baik disaring dahulu setiap informasi yang masuk. Terkait edukasi, tentu kita menyiapkan server internetnya yang dibutuhkan oleh bawaslu,” tandasnya. (luk/mg4)










