Mie Ayam Goreng Mekaton: Pelopor Mie Ayam Goreng di Yogyakarta

SIBUK: Pedagang saat menyiapkan hidangan kepada pelanggan Mie ayam Goreng Mekaton di Cebongan, Rabu (3/1/24). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

MIE menjadi makanan favorit hingga saat ini, dan saat berkunjung ke Yogyakarta tidak lengkap jika tidak mampir ke Mie Ayam Goreng Mekaton yang dirintis sejak 1996, di mana mie ini disebut-sebut sebagai pelopor mie ayam goreng pertama di Yogyakarta bahkan Indonesia. Mie ayam yang disajikan dengan potongan ayam yang besar dengan sambal hitam pedas membuat mie ini menjadi rekomendasi saat berlibur di Jogja.

Anak dari perintis pertama mie ayam goreng, Arjun atau lebih akrab disapa Jun mengatakan, usaha mie ayam itu merupakan ide dari sang ayah. Di mana dulu sempat bekerja di warung mie milik orang Tionghoa, kemudian sempat punya usaha produksi mie, sebelum akhirnya pindah ke Sleman.

Ayahnya, Suharno lahir dan besar di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kemudian mulai muda telah mengenal mie. Keluarganya memutuskan untuk pindah ke Seyegan Sleman kisaran Tahun 1995. Dengan bekal ilmu yang telah dimilikinya, mulai merintis mie ayam bersama istrinya setahun kemudian.

“Awalnya, ayah saya ingin membuat mie ayam seperti yang banyak ditemukan di Sumatera. Namun dirasa ribet karena kuah dengan mienya harus dipisah.  Akhirnya munculah ide untuk menyajikan mie ayam tanpa kuah. Seperti yang kini dikenal dengan mie ayam goreng,” ungkapnya.

Jun berujar bahwa saat itu belum ada warung lain di Yogyakarta yang punya sajian mie ayam goreng. Sehingga bisa dibilang tempat ini jadi pelopor pertamanya. Dengan kepercayaan pelanggan selama ini tak bisa didapat tanpa menjaga kualitas dan ciri khas. Mulai dari penggunaan mie, potongan ayam, hingga sambal. Semua harus dipersiapkan dengan matang.

“Kalau mienya, kami selalu produksi sendiri. Selalu fresh karena dibuat sedikit demi sedikit. Kami tidak pernah buat banyak sekaligus,” tambahnya.

Selain itu, Jun menjelaskan penggunaan sawi putih lantaran stoknya lebih banyak ketimbang sawi hijau. Penggunaan sayur ini juga dirasa lebih cocok untuk mendampingi mie ayam goreng.

“Jadi, namanya mie ayam goreng itu tidak sekadar penyajiannya yang berbeda. Setiap elemennya juga disesuaikan. Sambalnya juga begitu, tidak sembarang sambal bisa cocok, makanya kami buat beda,” paparnya.

Salah satu pelangan Mie ayam Goreng Mekaton Hesti mengungkapkan, menurutnya rasa dari mie ayam goren disini sangat enak terutama sambal yang cukup berbeda dari yang lainnya. Serta potongan ayam besar dengan harga 10.000 dirasa cukup murah.

“saya sudah sering datang ke Mie ayam goreng mekaton ini, karena rasa mie ayam ini enak dengan sambal hitam pedas dan potongan ayam besar yang disediakan, sehingga ini mejadi mie ayam favorit sama sejak SMA,” pungkasnya. (riz/all)