Mansur: Anak Muda Harus Ingat Hari Jadi Pemalang

SANTAI: Bupati Pemalang Mansur Hidayat bersama sang istri saat berdialog menyosialisasikan tanggal Hari Jadi Pemimpin ke-449 di Aula Balai Desa Penggarit, Kecamatan Taman, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dikemas dalam kemasan yang lebih ringan dan menghibur, Bupati Pemalang Mansur Hidayat bersama sang istri muncul dalam Podcast Interaktif Bupati Bersama Masyarakat di Aula Balai Desa Penggarit, Kecamatan Taman, belum lama ini. Pada obrolan dengan masyarakat ini, dirinya ingin mengingatkan para pemuda untuk lebih mengenal daerah dan tahu bahwa 24 Januari merupakan Hari Jadi kabupaten kelahirannya.

Ditemani oleh sang istri, Mansur bersama para lakon pada podcast tersebut melihat banyak anak muda, terutama pelajar yang belum paham kapan hari jadi Pemalang. Sehingga dengan kemasan yang ringan dan menarik ini, ia ingin mensosialisasikan hari jadi Kota Nanas yang ke-449 akan jatuh pada 24 Januari 2024.

“Hayo sudah tahu belum Hari Jadi Pemalang tanggal berapa. Kalau yang belum tahu, tanggalnya itu 24 Januari 1575 atau sudah berumur 449 tahun,” ucapnya.

Dijelaskan bahwa penetapan tanggal ini berdasarkan perhitungan dari para akademisi dan sisa-sisa peninggalan sejarah yang ada di dalam maupun luar Kabupaten Pemalang. Hal ini tertera dan ditetapkan langsung pada Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Pemalang No. 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang, yang tertulis 24 Januari 1575 sebagai hari yang ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Pemalang.

Selain itu, Pemalang juga mempunyai moto yang tak kalah penting untuk diingat masyarakatnya, yaitu “IKHLAS”. Moto tersebut merupakan sebuah akronim dari kata Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar Aman dan Sehat yang masing-masing mempunyai arti yang sangat positif bagi pembangunan di Kabupaten Pemalang.

Lebih lanjut, pada hari jadi tahun ini, Mansur sebagai bupati Pemalang mengajak seluruh masyarakat untuk bersemangat membangun kabupaten kelahiran mereka. Ada banyak tantangan yang menanti dimasa depan, sehingga ia membutuhkan uluran tangan seluruh masyarakat untuk bersama-sama memajukan Pemalang di setiap lini kehidupan.

“Mari membangun dan memajukan Pemalang, agar ke depan harus lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera di semua lini kehidupan. Dari infrastruktur yang matang, pendidikan yang tinggi, dan ekonomi yang kuat,” ujarnya. (fan/abd)