Bahaya Penyakit Leptospirosis, Masyarakat Diimbau Lakukan PHBS

BERSIHKAN: Tampak beberapa masyarakat bantaran sungai di Kota Yogyakarta saat membersihkan sampah untuk mengantisipasi penyakit Leptospirosis, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat untuk waspada adanya penyakit Leptospirosis saat musim hujan dan diimbau melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penyakit itu disebabkan oleh bakteri kencing tikus disebut Leptospira yang menyebar lewat aliran air.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah mengatakan, saat musim hujan ini banyak penyakit yang dapat menyerang, salah satunya adalah Leptospirosis. Penularannya langsung dari hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira ke manusia. Sedangkan, untuk tidak langsung melalui genangan air, sungai, danau, selokan saluran air dan lumpur yang tercemar urine hewan terinfeksi Leptospirosis.

Baca juga:  Usulkan Calon di Pilkada dari Golkar

“Bakteri masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan genangan air sungai, selokan, lumpur yang tercemar kencing tikus. Selama 2023 total ada 23 kasus masyarakat terkena Leptospirosis. Kasusnya tersebar merata di wilayah Kota Yogyakarta, namun tidak ada yang meninggal,” ungkapnya.

Meski demikian, masyarakat diharapkan tetap mencegah Leptospirosis yang lebih rentan tertular di musim hujan. Pihaknya mengimbau untuk mengelola dan meminimalisir sampah yang bisa mengundang tikus.

Dengan cara, membersihkan menggunakan desinfektan bagian rumah yang diindikasi bekas kencing tikus. Kemudian para pekerja yang terkait sampah dan beraktivitas di sawah atau selokan agar menggunakan pelindung diri. Seperti sarung tangan dan sepatu boot untuk menghindari paparan pada kulit.

Baca juga:  Hidran Kampung Mudahkan Penanganan Kebakaran Padat Penduduk

“Jika ada luka di bagian tangan dan kaki diobati dan ditutupi dengan pelindung luka. Serta lakukan cuci tangan dan bersih-bersih setelah beraktivitas di tempat berisiko terjadinya penularan Leptospirosis. Prinsipnya melakukan PHBS,” ucapnya.

Menurutnya, masa inkubasi Leptospirosis biasanya rata-rata 7-10 hari. Sementara, gejala-gejala yang terinfeksi berupa demam, nyeri kepala dan nyeri otot khususnya di daerah betis, paha, mata kuning dan tidak kencing sampai enam jam setelah 2-5 hari sebelumnya.

“jika mengalami gejala-gejala itu dan melakukan pekerjaan yang berisiko terpapar urine tikus, diharapkan segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas terdekat,” pungkasnya.(riz/sam)