SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah berhasil mengedarkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp 33 Triliun sepanjang 2023. Pada tahun ini, BI bakal fokuskan pengedaran di wilayah 3T (terdepan, terluar dan terpencil).
“Alhamdulillah tahun lalu kita telah banyak berhasil mencapai target. Kita telah mengedarkan uang layak edar Rp 33,3 Triliun. Lalu pengguna QRIS sebanyak 5,52 juta dengan 101,93 juta transaksi dan 2,47 juta pengguna baru Qris.,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra di Halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Senin (5/2/24).
Rahmat menyebut pihaknya akan melanjutkan berbagai kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya. Tahun ini pihaknya bakal fokus ke program memperluas penyediaan uang rupiah ke wilayah 3T. Seperti wilayah Karimunjawa, Nusakambangan dan beberapa wilayah lain yang masuk kategori 3T di Jateng.
“Pada tahun ini tambahannya kita ada 3T untuk wilayah Jateng terdepan, terluar dan terpencil,” ujarnya.
Pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga kelancaran sistem pembayaran melalui akselerasi digitalisasi. Antara lain seperti penggunaan QRIS dan BI-Fast serta menyediakan uang layak edar bagi masyarakat.
“Tujuannya tentu agar kita bisa mewujudkan sistem pembayaran Cemumuah (cepat, mudah, murah, aman, dan handal) baik uang rupiah tunai maupun yang elektronik QRIS,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan transaksi non tunai dan digitalisasi sistem pembayaran. Dengan penggunaan QRIS diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dengan peningkatan efisiensi, kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi.
“Tentu kita sangat mendukung karena, kekuatan rupiah adalah kekuatan perekonomian, maka bentuk kongkritnya ya semua transaksi. Maka pada saat itu kita juga kasih fasilitas, maka perbankan kita pun juga perbankan yang mendidik sampai pada usaha di tingkat rakyat, BPR, BPD, BKK kita, Gerakan Koperasi kita dan semuanya transaksinya rupiah,” katanya. (luk/gih)










