Jepara  

Disdukcapil Jepara Genjot Pelayanan Pemilu 2024

MELAYANI: Pelayanan kepada masyarakat di kantor Disdukcapil Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)  terus menggenjot pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.

Abdul Syukur, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melalui Wahyanto selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan menjelaskan, menjelang pemilu, aktivitas pelayanan perekaman E-KTP pemula atau usia 17 tahun meningkat. Tercatat mulai sejak 2023 hingga 2 Febuari 2024 hampir 7.320 masyarakat melakukan perekaman E-KTP. Bahkan, Disdukcapil  harus jemput bola ke berbagai instansi sekolah guna perekaman E-KTP.

Baca juga:  KPU Jepara Gelar Simulasi Pemilu 2024, Pastikan KPPS Profesional

“Peran kami di pemilu ini mendorong pemilih pemula, yang sudah 17 tahun dan sudah memiliki hak pilih. Jadi kita rekam secara maraton mulai satu tahun yang lalu,” ungkap Wahyanto saat ditemui di kantornya.

Kendati perekaman E-KTP bagi pemula mengalami peningkatan, Wahyanto menjelaskan kendala proses yang dialami. Pasalnya, banyak dari siswa menengah ke atas enggan melakukan perekaman E-KTP jika memakai seragam sekolah.

Hal tersebut di duga lantaran E-KTP digunakan seumur hidup. Sehingga, Disdukcapil berupaya untuk mengirim surat by name by addres ke sekolah. Agar mendapat dispensasi izin dan siswa bisa membuat perekaman di Disdukcapil atau kecamatan terdekat.

Baca juga:  Kunjungi Karimunjawa, Agus Sutisna Salurkan Bantuan Sembako

“Dulu pas waktu kami maraton pembuatan E-KTP ternyata ada yang tidak efektif. Karena banyak dari siswa tidak mau difoto ketika pakai sragam,” tutur Wahyanto.

Lebih lanjut, kata dia, sesuai tugas dan tanggung jawab, Disdukcapil Jepara pada prinsipnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan. Seperti memperbaharui Kartu Keluarga (KK) yang pindah domisili. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang pindah memilih atau pindah domisili mendapatkan hak pilih dalam perhelatan pesta demokrasi pada 14 Febuari 2024 mendatang.

Ia juga menjelaskan telah menjalin koordinasi kepada pihak KPU Jepara terkait data warga yang memiliki status meninggal. Upaya tersebut sebagai langkah untuk memastikan keakuratan data kependudukan yang akan digunakan untuk pemilu 2024.

Baca juga:  Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Hok Teng Tong Dibersihkan

“Terkait data perekapan yang sudah meninggal, kita kalau tidak diminta dari KPU tidak bisa. Tapi untuk sejauh ini masih koordinasi terkait data yang meninggal untuk kita menyinkronisasikan,” pungkas Wahyanto kepada Joglo Jateng. (cr4/fat)