Ribuan Wisatawan Langgar KTR Malioboro, Pemkot Yogyakarta Tambah Area Merokok

MELANGGAR: Masyarakat saat kedapatan merokok di Kawasan Pedestrian Malioboro, belum lama ini. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Satpol PP Kota Yogyakarta telah melayangkan teguran kepada 2.923 wisatawan lokal maupun luar daerah, yang merokok di kawasan tanpa rokok (KTR) di Pesestrian Malioboro selama 2023. Dengan demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan menambah area merokok, pasalnya selama ini baru ada tiga titik.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, banyaknya pelanggaran terjadi kemungkinan minimnya kawasan merokok di Malioboro. Lantaran, sampai saat ini baru terdapat tiga titik smoking area.

“Tiga lokasi merokok itu baru ada di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, sebelah Utara Plaza Malioboro dan Ramayana, serta lantai tiga Pasar Beringharjo. Bayangkan, mau merokok sebatang saja harus naik atau jalan ke sebelah mal dan parkiran ABA,” tuturnya.

Baca juga:  Ombudsman Rekomendasikan Ulangan Tes Carik Tamanan, Kalurahan Tetap Maju Gladi Pelantikan

Singgih memastikan, akan ada wacana penambahan tempat khusus merokok, serta dibarengi dengan berbagai kajian yang melibatkan Dinas Kesehatan. “Aspek kesehatan tetap menjadi prioritas dan bukan berarti kita menghalalkan merokok di Pedestrian Malioboro. Tapi memberikan ruang-ruang bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menyampaikan, jika di rata-rata perharinya terdapat delapan teguran. Baik itu perokok konvensional maupun rokok elekrik (Vape).

“Kami tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi maupun teguran, tapi masih banyak ditemukan orang yang melanggar. Sebanyak 457 pelanggar yang ditemukan merupakan warga lokal dan 2.446 wisatawan luar daerah, yang mungkin tidak tahu adanya larangan merokok di KTR,” ungkapnya.

Baca juga:  SMPN 2 Jetis Gelar Acara Kelulusan, 155 Siswa Lulus

Khusus untuk pelaku usaha dan warga lokal sekitar Malioboro, pihaknya menerapkan kebijakan tega. Lantaran mereka seharusnya sudah mengetahui larangan yang diberlakukan di KTR Pedestrian Malioboro. Satpol PP akan menggunakan kartu kuning sebagai tanda ancaman perihal sanksi yustisi.

“Kita masih persuasif. Tapi untuk pelaku usaha jasa pariwisata yang setiap hari beraktivitas di sana, kita berikan kartu kuning. Itu sebagai teguran, agar tidak mengabaikan aturan Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang KTR,” tambahnya.

Adapun bagi pelanggar yang tertuang dalam aturan, merokok di KTR akan dikenakan denda hingga Rp 7,5 juta. Sehingga, diharapakan tidak ada lagi perokok di KTR Pedestrian Malioboro.(riz/sam)