Pati  

Harga Sembako Melejit Usai Pemilu

BERJUALAN: Salah satu pedagang di Pasar Puri Pati sedang melayani pelanggannya. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako di Kabupaten Pati mengalami kenaikan usai Pemilihan Umum (Pemilu). Dari mulai harga minyak goreng, bawang merah hingga telur.

Salah satu pedagang di Pasar Puri Pati, Hanik (57) mengungkapkan, harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Dari sebelumnya seharga Rp 18 ribu kini menjadi Rp 24 ribu.

Selamat Idulfitri 2024

“Harga bawang merah sekarang Rp 24 ribu padahal sebelumnya Rp 18 ribu. Kalau kenaikannya baru-baru ini. Baru sekitar 3 hari,” ucapnya.

Harga telur juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya seharga Rp 24 ribu per kilogramnya, kini menjadi Rp 28 ribu.

Baca juga:  Kunjungi Korban Banjir di Pati, Begini Kata Kepala BNPB

“Harga telur juga mulai naik hari-hari terakhir ini. Harganya sekarang Rp 28 per kilogramnya. Tapi penyebab saya enggak tahu,” ujar dia.

Harga bawang putih juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp 2 ribu per kilogramnya. Dari sebelumnya seharga Rp 38 ribu tembus menjadi Rp 40 ribu.

Sementara kenaikan harga minyak goreng tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar Rp 5 rupiah per liternya. Dari sebelumnya seharga Rp 15 ribu naik menjadi Rp 15.000.

“Minyak goreng kemasan 175 ribu per kartonnya. Naik 5 ribu. Kalau per botolnya naik hanya sekitar Rp 500 rupiah,” bebernya.

Baca juga:  Pemkab Pati Laporkan LKPJ 2023

Meskipun sejumlah harga sembako mengalami kenaikan, harga beras justru sedikit mengalami penurunan. Hanik menyebut penurunan harga karena banyak petani yang sudah panen.

“Turun sekitar Rp 5 rupiah. Harga jual Rp 15 ribu. Karena banyak yang sudah panen. Kalau kemarin tinggi. Rp 15.500 hingga Rp 16 ribu,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Koeswantoro mengatakan bahwa kenaikan harga sembako akibat minimnya pasokan. Meskipun begitu, stoknya dilaporkan cukup tersedia di pasaran.

“Kenaikan harga disebabkan karena pasokan berkurang dan harga jual dari pedagang pengumpul naik. Sehingga pedagang menaikkan harganya ke konsumen,” kata dia. (lut/fat)