Bulog Yogyakarta Pastikan Persediaan Stok Beras Aman

Pimpinan Wilayah Perum Bulog, Kanwil Yogyakarta Ninik Setyowati
Pimpinan Wilayah Perum Bulog, Kanwil Yogyakarta Ninik Setyowati. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Ketersediaan stok beras masih cukup untuk kebutuhan bantuan pangan maupun didistribusikan ke pasar tradisional, ritel dan pelaksanaan pasar murah. Pasalnya, Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Yogyakarta masih menyimpan cadangan beras hingga 30 ribu ton.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Ninik Setyowati mengungkapkan, jumlah tersebut akan terus bertambah. Pasalnya, pihaknya masih menerima beras yang dibagi dari Kanwil Bulog Jawa Tengah.

Selamat Idulfitri 2024

“Stok beras di gudang Kanwil Bulog Yogyakarta, yang membawahi Provinsi DIY, Karisidenan Banyumas dan cabang Magelang secara total ada 30 ribu ton dan sampai saat ini masih menerima pemasukan move atau dibagi dari Kanwil Jawa Tengah. Jadi, stok masih akan terus ada,” terangnya.

Baca juga:  MTsN 6 Sleman Gelar Sanlat Ajak Siswa Tingkatkan Ilmu Keagamaan

Menurutnya, mundurnya masa panen di Sleman, Yogyakarta, maupun di sejumlah daerah akibat el-nino berdampak pada stok beras. Sebab, belum bisa melakukan penyerapan beras dari dalam negeri. Namun sejauh ini masih ada menerima beras impor dari Kanwil Jawa Tengah yang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Emas, kemudian dialokasikan bantuan pangan masyarakat di Februari.

Selain itu, kebutuhan beras SPHP yang digunakan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan di pasar tradisional maupun ritel. Stok beras itu, juga digelontorkan untuk pasar murah kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten setempat.

Baca juga:  Cegah Korupsi, Pemkab Sleman Lakukan Koordinasi dengan KPK

“Saat ini pun untuk penyaluran, kami akan menyalurkan bantuan pangan di wilayah  kerja kami 16 ribu ton. Stoknya masih ada, karena kami juga masih terus menerima dari Jawa Tengah, sekaligus nanti jika ada panen kami akan melakukan penyerapan dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mas Rusmi Suryaningsih meminta masyarakat tidak khawatir dengan harga beras yang melambung, pasalnya persediaan stok masih ada. “Jadi masyarakat tidak perlu panik. Karena stoknya ada tapi memang karena panennya terlambat sehingga harganya naik,” paparnya.(bam/sam)