Ratusan Calon Jemaah Haji Sleman Gagal Berangkat

Beberapa jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Sleman diberangkatkan dari Masjid Agung Sleman, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menyebut, ratusan calon jemaah haji Bumi Sembada dipastikan gagal berangkat ke tanah suci tahun ini. Hal itu lantaran calon jemaah haji belum melunasi ongkos perjalanan ibadah haji hingga batas akhir yang ditentukan.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Sleman, Noor Imanah mengungkapkan, penyebab calon jemaah haji tidak bisa melunasi biaya tersebut beragam. Mulai dari karena sakit, kondisi finansial, dan ada juga yang sengaja menunda keberangkatan supaya bisa berangkat bersama-sama anggota keluarganya.

Selamat Idulfitri 2024

“Kuota haji Kabupaten Sleman untuk tahun ini berjumlah 1.111 jemaah dan kuota tambahan 22 orang, sehingga total 1.133 jemaah. Untuk bisa terbang ke tanah suci, calon jemaah haji yang sudah masuk daftar harus melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah,” terangnya, Senin (4/3/24).

Baca juga:  Jelang Lebaran, Stok dan Harga Bahan Pokok di Bantul Aman

Batas akhir pelunasan sudah ditentukan sampai 23 Februari 2024. Namun, sampai batas akhir pelunasan, jumlah yang melunasi 942 orang, sehingga masih ada 191 jemaah yang tidak melunasi.

Total biaya perjalanan untuk kebutuhan ibadah haji berjumlah Rp94 juta. Jumlah tersebut, tidak semua ditanggung oleh calon jemaah haji karena ada subsidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60 persen, sehingga tinggal membayar sekira Rp58 juta.

Adapun rinciannya adalah Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. Sedangkan untuk pelunasan, tinggal membayar sekira Rp31,7 juta untuk setiap orang.

Bagi calon haji yang tidak membayar pelunasan hingga batas yang ditentukan, maka secara regulasi tidak bisa diberangkatkan. Namun, pemerintah akan membuka biaya pelunasan tahap kedua pada 13-26 Maret 2024.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Perbaikan PJU Dimasifkan

“Tetapi, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk 4 kategori. Antara lain, calon yang gagal sistem saat akan membayar pelunasan. Ini sudah ada dua orang yang mengajukan,” ungkapnya.

Kemudian pendampingan untuk calon haji lansia. Kategori ini diajukan oleh 11 orang. Lalu penggabungan mahram dan ini telah diajukan oleh 50 orang. Terakhir pendamping jemaah disabilitas yang hingga kini belum ada yang mengajukan.

Sejauh ini, calon yang mengajukan akan membayar pelunasan di tahap kedua, dari 4 kategori tersebut, berjumlah 63 orang. “Jadi sampai hari ini ada 63 orang. Tapi bisa saja berubah. Masih dinamis. Karena kategori pelunasan tahap kedua ini masih bisa diajukan hingga 7 Maret 2024,” imbuhnya.

Baca juga:  Bantul Fokus Pembibitan, Daging Disuplai Luar Daerah

Meskipun ada 191 calon haji yang tidak membayar pelunasan, Ia memastikan hal tersebut tidak mengurangi kuota haji asal Sleman. Sebab, masih ada pelunasan tahap kedua yang diajukan oleh 63 jemaah, sehingga tersisa 128 jemaah yang dimungkinkan tidak berangkat tahun ini.

Jumlah tersebut nantinya akan diisi oleh jamaah haji cadangan yang totalnya berjumlah 347 orang. Di mana dari jumlah tersebut, 255 di antaranya bahkan sudah membayar pelunasan. “Jadi, calon haji asal Sleman yang akan diberangkatkan tahun ini tetap sama, sesuai kuota yaitu 1.133 jamaah. Yang tidak melunasi, akan diisi jamaah cadangan,” tandasnya. (bam/abd)