45 Rumah di Semarang Rusak akibat Bencana

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut sebanyak 7 rumah rusak akibat banjir. Sementara, ada 38 rumah masuk kategori rusak parah akibat tanah longsor dan tertimpa pohon tumbang.

“Kerusakan rumah itu sedang kami hitung nilai kerusakannya. Setelah itu kami ajukan usulan BTT (Belanja Tak Terduga, Red.),” ucap Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Adapun dinas-dinas terkait yang dilibatkan dalam penanganan bencana ini antra lain Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang. Termasuk secara vertikal dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan pemerintah pusat.

Baca juga:  Baznas RI Anggarkan Rp 5 M untuk Korban Banjir Semarang

“Misalnya kerusakan Jalan Raya Kaligawe merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dan Jalan Woltermonginsidi di bawah kewenangan provinsi,” kata Endro.

Menurutnya, masing-masing OPD teknis tersebut telah menghitung titik-titik kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir beberapa waktu lalu. Khusus di Kota Semarang, pihaknya akan mengajukan usulan BTT.

“Jalan rusak relatif cukup merata karena hujan lalu menimbulkan genangan dampaknya aspal mengelupas. Misalnya jalan milik kota dan perkampungan akan menjadi kewenangan OPD sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, penanganan bencana harus dilakukan secara kolaboratif. Menurutnya, penanganan bencana memerlukan banyak pihak yang bergabung.

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Susun Raperda RPPLH untuk 30 Tahun ke Depan

“Ini sangat berarti sekali bagi kami. Bagi masyarakat Kota Semarang karena tidak mungkin kami Pemerintah Kota Semarang sendiri yang memberikan bantuan,” jelasnya.

Di samping itu, kata dia, kolaboratif lintas instansi tersebut tak hanya dalam distribusi logistik bantuan saja. Koordinasi dengan sejumlah pihak tersebut menurutnya akan mempercepat proses penanganan hingga pascabencana.

“Setelah banjir juga akan dilakukan pembersihan, rehabilitasi rumah, dan fasilitas umum. Penanganan ini akan dilakukan secara kolaboratif. Nanti akan bersama-sama untuk melakukan penanganan pascabanjir,” pungkasnya. (int/adf)