Perbaiki Kualitas Perpustakaan, Tingkatkan Literasi Sekolah

RAPIKAN: Pustakawan SMPN 2 Bantul Laila Dini Maulani sedang merapikan buku di rak perpustakaan sekolah, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

PERPUSTAKAAN Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bantul berhasil terakreditasi A dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Hal ini merupakan upaya sekolah dalam rangka meningkatkan budaya literasi sekolah.

Pustakawan SMPN 2 Bantul Laila Dini Maulani menyampaikan, dalam akreditasi perpustakaan sekolah tahun ini, Perpusnas melakukan beberapa poin tambahan komponen penilaian yang baru. Sehingga, dari yang sebelumnya hanya ada enam komponen saja, pada penilaian akreditasi tahun ini bertambah menjadi sembilan komponen.

Selamat Idulfitri 2024

“Jadi untuk enam komponen tersebut yakni koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggara perpustakaan, dan pengelolaan perpustakaan. Sedang komponen tambahannya yaitu inovasi dan kreativitas, tingkat kegemaran membaca, dan indeks pembangunan literasi masyarakat,” terangnya.

Baca juga:  Launching Antologi Cerpen, Pemantik Siswa Terus Berkarya

Penambahan komponen penilaian ini sempat membuat pihaknya cukup kesulitan untuk melengkapi berkas bukti fisik yang akan diajukan untuk dinilai. Pasalnya, belum ada contoh berkas yang bisa dijadikan referensi.

“Kemarin kami agak kesulitan buat bukti fisiknya, karena memang hal ini baru jadi contohnya juga belum ada. Jadi kami benar-benar harus bimbingan dengan perpustakaan daerah Perpusda. Dan hasilnya juga sangat memuaskan, berhasil terakreditasi A, yang artinya sudah diakui secara nasional,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya pun membeberkan berbagai koleksi perpustakaan tersebut. Mulai dari buku fiksi dan non fiksi, kemudian buku referensi seperti kamus, ensiklopedia, atlas, peta, dan biografi. “Lalu ada pula karya yang dari tenaga pendidik dan karya siswa,” ucapnya.

Baca juga:  Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi Cenderung Naik

Sementara itu, untuk memenuhi permintaan buku bacaan dari para siswa-siswi, pihaknya pun turun aktif meminta masukan pada saat akan melakukan pengadaan buku. Baik itu masukan dari tenaga pendidik maupun usulan dari para murid.

“Jadi setiap mau ada pengadaan buku, kami menyebar google formulir kepada siswa. Dari situ, kami punya list judul buku apa saja yang diinginkan murid. Sehingga pada saat membeli buku untuk penambahan koleksi perpus, kami akan sesuaikan dengan yang mereka inginkan, walau mungkin tidak bisa semuanya terpenuhi,” pungkasnya. (nik/abd)