Jepara  

Minggu Paskah, Jemaat GITJ Margokerto Jepara Rayakan Pawai Subuh Suci

RAYAKAN: Jemaat Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Margokerto tengah berkeliling desa untuk melaksanakan pawai subuh suci, Jepara, Minggu (31/3/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Perayaan Minggu Paskah atau kebangkitan Yesus menjadi momen bagi jemaat Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Margokerto, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri untuk melaksanakan pawai subuh suci. Pawai yang dimulai di depan GITJ Margokerto itu dilaksanakan pukul 03.30, Minggu (31/3/24).

Prosesi diikuti oleh ratusan jemaat yang terdiri dari warga beragama Kristen. Mulai dari anak, pemuda, hingga jemaat dewasa menjadi tradisi lama yang telah ada pada 26 tahun lalu.

Selamat Idulfitri 2024

Dibuka dengan doa oleh Pendeta Tri Atmono, para jemaat keliling di sekitar Dukuh Margokerto dengan membawa obor, lampion dan lilin. Mereka juga menaikkan pujian untuk kemuliaan nama Tuhan.

Baca juga:  Pj Bupati Jepara: Pesta Lomban Momen Merawat Sejarah

Ketua Umum Majlis GITJ Margokerto, Sudi Siswanto mengatakan, prosesi pawai subuh suci ini merupakan tradisi yang digelar tiap tahunnya. Tradisi yang dimulai pada 1988 tetap dipertahankan sampai sekarang lantaran dinilai sebagai cara yang tepat untuk merayakan kebangkitan Yesus sekaligus menjaga kebersamaan umat.

“Dengan kegiatan ini menjadi semangat baru dalam semua lini. Baik pelayanan, kebersamaan, serta pengembangan kreativitas masyarakat secara umum dan juga luar daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya terdapat penyerahan empat obor dari warga jemaat kepada para pendeta. Diantaranya, Pendeta Pentakosta Fani, Tri Admono, Guru Injil Elia Dwi Apriyanti, dan Ketua Majelis Sudi Siswanto.

Baca juga:  Sambut Lebaran, Pemkab Jepara Musnahkan Miras hingga Siapkan Personel Keamanan

“Prosesi ini menjadi perayaan bagi kami umat Kristen di Jepara. Tentunya, perayaan ini sebagai wujud kasih kami Kepada Tuhan Yesus,” jelasnya.

Dalam pantauan, suasana perayaan begitu terasa sakral saat para jemaat membawa lampion, lilin, dan juga obor yang dinyalakan.  Prosesi subuh suci semula hanya dilakukan oleh anak-anak sekolah. Namun kemudian berkembang hingga melibatkan seluruh warga jamaat.

Jemaat yang didirikan pada 1901 oleh Guru Injil Esrom di Jepara tersebut telah memiliki jemaat sekitar 30 ribu orang. Bahkan GITJ Margokerto ini menjadi salah satu gereja tertua yang ada di Jepara.

Baca juga:  Hari Jadi Jepara ke-475, Pj Gubernur Jateng Apresiasi Kinerja Pemkab Jepara

“Sekitar 30 ribuan jemaat Kristen yang ada di GITJ Margokerto Jepara. Banyak peran dan sumbangsih yang sudah diberikan oleh gereja ini,” pungkasnya. (cr4/fat)