Sleman Gelar Lomba Cipta Tari untuk Lestarikan Kesenian

PIAWAI: Peserta lomba cipta tari menunjukkan karyanya di Museum Gunung Merapi, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman terus berupaya melakukan pelestarian kesenian tari di wilayahnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghelat Lomba Cipta Tari tingkat Kabupaten Sleman di Museum Gunung Merapi (MGM), belum lama ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edi Winarya mengatakan, pelaku seni tari cukup banyak di Kabupaten Sleman. Namun yang menjadi keresahan adalah memikirkan bagaimana tari ke depannya bisa lestari dan menemukan orang yang cerdas menyikapi keberadaan tari.

“Koreografer di Kabupaten Sleman pun mendesak untuk diregenerasi. Kalau di DIY ada ajang sendratari salah satu festival bergengsi. Yang saya lihat, penata tari itu-itu saja. Sehingga ini menjadi keresahan pemikiran yang harus segera kita berikan solusinya” katanya.

Baca juga:  Eks Sekda Sleman Serahkan Form Pendaftaran Bacabup ke Golkar

Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat menciptakan orang-orang yang cerdas di bidang tari yaitu koreografer, penata kostum, penata iringan, dan penata artistik. “Upaya kecil ini selalu kita laksanakan setiap tahun agar kita tidak kehilangan ekosistem dari pelestarian tari. Ketika regenerasi tidak kita lakukan, saya yakin akan kehabisan orang-orang yang bisa berpikir dalam kemajuan tari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Eko Ferianto menambahkan, lomba cipta tari merupakan salah satu program unggulan Dinas Kebudayaan Sleman. Hal itu, dilakukan, untuk menggali potensi sumber daya manusia di bidang penciptaan tari.

Baca juga:  DPRD Sleman Dorong Pemkab Jalankan Pembangunan dengan Baik

“Harapannya, di masing-masing kapanewon bisa tumbuh pencipta tari yang andal. Perbedaan lomba cipta tari tahun ini dari tema dan jumlah penari. Kalau tahun ini temanya tari kerakyatan, ada badui, ada trengganon, tari yang ada di wilayah Sleman,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, Lomba Cipta Tari 2024 diikuti oleh sanggar-sanggar terpilih dari 17 kapanewon. Perlombaan dinilai oleh tiga dewan juri yaitu para pencipta tari yang sudah berpengalaman. Untuk para pemenang, nantinya akan mendapat hadiah berupa uang pembinaan, plakat, dan sertifikat.

“Dengan ini, harapannya pertumbuhan seni tari semakin pesat dan merata. Kadang anggapan orang antara kapanewon A dengan kapanewon B tidak imbang. Hal ini akan terus kita gali, otomatis teman-teman seniman akan mempersiapkan dengan baik,” tandasnya. (bam/abd)