Keterwakilan PPK Perempuan di Bantul Capai 34 Persen

SAKRAL: Prosesi pelatihan PPK Pilkada serentak tahun 2024 di Gedung Pemda Bantul, Kamis (16/5/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul melantik 85 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Gedung Pemda Bantul, Kamis (16/5/24). Dijelaskan bahwa keterwakilan perempuan dari PPK Pilkada ini sebanyak 34 persen.

Ketua Divisi Sosdiklih Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Bantul Wuri Rahmawati menyampaikan, 85 PPK ini terdiri dari 56 laki-laki dan perempuan sebanyak 29 dan tersebar di 17 kapanewon yang ada di Bantul. “Untuk persentase keterwakilan perempuan di angka 34 persen,” ungkapnya, Kamis (16/5/24).

Baca juga:  MTsN 2 Bantul Dorong Rekan-rekan Guru Berwirausaha

Menurutnya, PPK yang sudah dilantik ini merupakan orang-orang yang mempunyai pengalaman di bidang kepemiluan. Di antaranya pernah menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Sehingga, pihaknya pun optimistis PPK terpilih dapat bekerja sesuai dengan ketentuan regulasi dan kebijakan yang digariskan oleh KPU RI.

“PPK yang sudah dilantik ini akan bekerja selama 8 bulan guna menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024. Untuk mendukung tugas PPK, pasca-pelantikan ini kami langsung menginstruksikan mereka untuk segera melakukan koordinasi dengan penewu untuk menentukan sekretariat,” ujarnya.

Baca juga:  25 Mahasiswa UMY Ikut Sertifikasi Kompetensi Ekspor untuk Perkuat Karir Global

Sementara itu, Ketua KPU Bantul Joko Santosa menegaskan, PPK yang sudah diambil sumpah janji  dalam bekerja harus berpegang teguh terhadap regulasi, undang-undang, peraturan KPU, peraturan Bawaslu, serta kode etik perilaku penyelenggara pemilu. Joko pun menekankan bahwa salah satu asas penyelenggaraan pemilu maupun Pilkada adalah profesionalisme.

“Orang bisa dikatakan profesional jika yang bersangkutan mempunyai kompetensi. PPK bisa dikatakan kompeten dalam bidang kepemiluan jika sekurang-kurangnya memiliki dua hal, yaitu pertama pengetahuan kedua pengalaman,” terangnya.

Akan tetapi, menurut Joko, orang yang mempunyai pengetahuan belum tentu mempunyai pengalaman. Sebaliknya, orang yang mempunyai pengalaman dapat dipastikan mempunyai pengetahuan.

Baca juga:  Disnakertrans Bantul Gelontorkan Rp32,4 M untuk Program Padat Karya

“Maka PPK terpilih jangan bosan-bosan untuk terus meningkatkan pengetahuan teknis kepemiluan serta banyak bertanya kepada penyelenggara-penyelenggara sebelumnya agar menambah pengalaman. Sebab, PPK merupakan sumber rujukan kepemiluan di tingkat kapanewon,” tandasnya. (nik/abd)