Kudus  

Gebyar Menawan Mantu Resmi Dibuka

SEMARAK: Masyarakat Desa Menawan tampak antusias menghadiri pembukaan Menawan Mantu Jilid III dalam Pengajian Umum, pada Senin, (2/05/2024) malam di Sanggar Seni dan Budaya Abiyoso. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Agenda tahunan  budaya Menawan Mantu, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus kembali digelar. Kegiatan tersebut diawali dengan pengajian umum sedekah bumi, kenduri dan pagelaran ketoprak pada Senin-Selasa (20-21/05) di Sanggar Seni dan Budaya Abiyoso.

Kepala Desa (Kades) Menawan, Tri Lestari menjelaskan, pagelaran Menawan Mantu Jilid 3 ini merupakan even budaya tahunan. Yakni dengan mengkolaborasikan nilai budaya,  ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Menawan.

“Di suasana apitan, kami mencoba berkolaborasi dengan seluruh elemen di Desa Menawan dengan branding Menawan Mantu,” ujar Ririn, sapaan akrab Kades Menawan membuka Menawan Mantu pada Senin, (20/5) malam.

Baca juga:  Hukum Seseorang yang Bernazar Dibarengi dengan Kurban

Selanjutnya, pada Jumat-Sabtu, (5-6/5) Parade Seni dan Budaya terdiri pementasan tari dari Sanggar Tari Wira Bhakti. Lembaga pendidikan di Menawan juga turut dilibatkan dalam pentas seni dan barong. Serta sarasehan budaya dan suguhan stan UMKM se Desa Menawan.

“Masyarakat Desa Menawan juga memiliki tradisi budaya bernama Kirab Adri Shankara yang akan digelar Minggu, (7/5). Pada tahun ini, tradisi budaya Kirab Adri Shankara juga menjadi bagian dari program Menawan Mantu Jilid III,” imbuhnya.

Dijelaskan Ririn, Adri dalam bahasa Jawa berarti gunung sebagai tempat kirab berlangsung. Yaitu tepat berada di kawasan lereng gunung (bukit) Abiyoso, salah satu bukit yang terletak di kawasan Gunung Muria. Sedangkan Shankara berasal dari bahasa sansekerta yang berarti memberikan kebahagiaan dan keberkahan.

Baca juga:  SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Tampil Gigih Balas Kekalahan

“Pelaksanaan Kirab Adri Shankara nantinya digelar dengan mengarak potensi lokal Desa Menawan dari seluruh hasil bumi, yang dipadukan dengan kreativitas dan inovasi masyarakat ” jelasnya.

Nantinya, lanjut dia, gelaran Menawan Mantu tersebut ditutup dengan Menawan Bersholawat sebagai peringatan HUT RI pada Agustus mendatang. Pihaknya berkomitmen untuk merawat dan melestarikan tradisi budaya di Desa Menawan dari tahun ke tahun.

“Dengan merawat dan menjaga tradisi budaya yang ada, masyarakat Menawan selama ini diberkahi dengan panen hasil bumi yang melimpah,” bebernya.

Sementara itu, Camat Gebog, Fariq mengapresiasi berlangsungnya kegiatan Menawan Mantu. Dia juga berharap kegiatan tahunan Desa Menawan itu dapat berlangsung lancar.

Baca juga:  Targetkan Aisyiyah Bermanfaat untuk Semesta

“Menawan Mantu layak diapresiasi karena mengkolaborasikan dari semua stakeholder Mulai pemdes, tokoh masyarakat, umkm hingga tokoh agama di Desa Menawan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia mengaku, gelaran Mei hingga Agustus ini hanya ada di Menawan. Fariq berpesan kekompakan antara masyarakat dan pemerintah desa harus dijaga.

“Satu-satunya desa di Kecamatan Gebog yang melaksanakan even mulai Mei hingga Agustus. Adanya banyak kegiatan di desa saya berharap selalu tercipta kerukunan semua pihak,” harapnya. (cr1/fat)