Kudus  

PMII Kom Suku Cetak 182 Kader Mujahid

BAIAT: Pengurus PMII Cabang Kudus telah melantik kader mujahid baru tahun 2024 di Balai Diklat Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Minggu (26/5/2024).

KUDUS, Joglo Jateng – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Kudus telah menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) Tahun 2024. Tahun ini berhasil mencetak 182 kader mujahid.

Kegiatan ini diselenggarakan tiga kali. Diantaranya Rayon Syariah sebanyak 19 kader pada 9-11 Mei, Rayon Ushuluddin sebanyak 27 kader pada 16-18 Mei. Rayon Febi 25 kader, Rayon Tarbiyah sebanyak 88 kader dan Rayon Dakwah 23 kader pada 24-26 Mei 2024.

Ketua Komisariat Sunan Kudus, Muhammad Nur Maulana Ilham mengatakan, PKD ini adalah jenjang kaderisasi pintu kedua setelah Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan setelah melewati PKD mereka akan menjadi kader Mujahid di PMII.

Baca juga:  Dispertan Kudus Fasilitasi Pelatihan Pengolahan Daging

“Sebagai kader PMII harus memiliki ideologi kebangsaan dan keislaman. Kita harus merdeka dari kebodohan, merdeka dari ketidak mampuan dan keengganan dalam membela kaum mustadh’afin yang termarjinalkan di Negeri ini. Kuliah bukan Hannya sekedar kuliah, melainkan untuk berfikir untuk masa depan, berdzikir kepada Allah untuk meminta segala hajat dan pengetahuan beramal Sholeh untuk bekal kita di yaumul akhir, sesuai dengan tri moto PMII,” ucapnya.

Menganut Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) 2022, dia menyampaikan ada beberapa perubahan materi dan harus dikuasai semua kader. Dia menekankan bahwa semua materi yang sudah dicantumkan di muspimnas harus ada di PKD.

Baca juga:  Rekom Stadion Persiku, Askab PSSI Masih Abu-abu

“Persiapan kita siapkan dari komisariat. Sebisa mungkin kami bersama-sama memfasilitasi apapun yang dibutuhkan rayon. Fasilitas yang diadakan sebelum pelaksanaan PKD, Komisariat memberikan momen, yaitu pelatihan kaderisasi nonformal training of trainer. Tujuannya untuk mengawal kader pada pelaksanaan PKD di setiap Pengurus Rayon,” jelasnya.

Konsep pelaksanaan ini, seluruh kepanitiaan diserahkan kepada rayon masing-masing. Sementara itu, dia menawarkan kepada semua Pengurus Rayon sebuah kurikulum kaderisasi. Pihaknya mempersiapkan sebuah langkah agar kaderisasi ini dapat tepat sasaran.

“Seperti Kurikulum pembuatan Training of Trainer (TOT). Itu sudah disosialisasikan terkait perekam forum untuk menilai, memilah dan memilih pemateri untuk evaluasi kedepannya. Jadi, penilaian setiap peserta ini agar nanti ada nilai tawar setelah PKD.

Baca juga:  206 Calon Jemaah Haji Kudus Kloter Pertama Diberangkatkan

Istilahnya sebagai apresiasi untuk kader mujahid baru, karena saat berproses itu mereka sudah sungguh-sungguh,” tambahnya.

Konsep tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang dibahas secara total oleh Pengurus Komisariat. Tahun ini Komisariat hanya menilai yang pokok. Karena hal ini bertujuan untuk memandirikan Pengurus Rayon. Dengan seperti itu Pengurus Rayon bisa melaksanakan pkd dengan nyaman. (cr3/fat)