Kudus  

Biro Jodoh GEGASH LKKNU Kudus Berhasil Antarkan Satu Pasangan Menuju Pelaminan

BIRO JODOH: Pelaksanaan program GEGASH oleh LKKNU Kabupaten Kudus yang memfasilitasi pertemuan calon pasangan melalui proses ta'aruf. (DOK PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Program biro jodoh GEGASH (Golek Garwo Sah) yang digagas Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus mulai menunjukkan hasil. Meski baru diluncurkan, program tersebut telah berhasil mempertemukan satu pasangan yang kini mantap melangkah ke jenjang pernikahan.

Pasangan tersebut dijadwalkan melangsungkan akad pada Rabu (22/7/2026) mendatang.

LKKNU Kabupaten Kudus menghadirkan tiga program unggulan yang dinilai menjadi kebutuhan nyata masyarakat saat ini. Ketiga program tersebut yakni pembekalan calon pengantin, konsultasi keluarga maslahat, dan program biro jodoh.

Direktur Program GEGASH, Muhammad Sholihul Huda mengatakan, ketiga program tersebut lahir dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Mulai dari persiapan pernikahan, persoalan rumah tangga, hingga kesulitan menemukan pasangan hidup.

“Ada tiga hal yang saat ini dibutuhkan masyarakat, yaitu pembekalan calon pengantin, konsultasi keluarga maslahat, dan program biro jodoh,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, tiga inisiatif tersebut menjadi program unggulan LKKNU pada periode sekarang.

Menurut Huda, keberadaan biro jodoh bukan lagi sesuatu yang dianggap tabu. Justru program tersebut menjadi sarana untuk membantu masyarakat menemukan pasangan hidup melalui jalan yang baik dan sesuai syariat.

“Masyarakat ternyata membutuhkan seseorang yang membantu mereka mencari pasangan hidup. Ini bukan lagi sesuatu yang dianggap tidak baik,” katanya.

Ia menambahkan, “Menurut saya, ini adalah jalan kebaikan dan jalan menuju halal yang diridai Allah.”

Ia menjelaskan, dalam memilih pasangan hidup terdapat sejumlah pertimbangan yang sering menjadi perhatian. Seperti agama, kecerdasan, kecantikan atau ketampanan, nasab, dan kondisi ekonomi.

Namun, menurutnya, tidak semua kriteria dapat ditemukan secara sempurna dalam satu sosok.

“Ada lima faktor yang biasanya menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih pasangan, yaitu karena agamanya, kecerdasannya, kecantikannya, nasabnya, dan hartanya,” jelasnya.

Ia menegaskan, tidak semuanya bisa terintegrasi secara sempurna dalam satu figur, sehingga setiap orang memiliki prioritas yang berbeda.

Meski demikian, Huda mengingatkan bahwa faktor kecocokan hati tetap menjadi hal utama yang tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun. Termasuk oleh pihak LKKNU.

Klik-nya hati itu tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun. Itu adalah dorongan yang Allah gerakkan dalam hati seseorang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, tugas panitia hanyalah memfasilitasi ikhtiar dan mempertemukan mereka dalam proses ta’aruf.