Kudus  

Pemdes Langgardalem Dukung Penuh Festival Kaligelis

BARENG: Tampak jajaran Dinas Kebudayaan Pariwisata Kudus, pihak Pemerintah Desa Langgardalem, dan jajaran lainnya, Rabu (29/5/2024). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kota Kretek, itulah julukan yang dimiliki oleh Kabupaten Kudus karena berdirinya industri rokok kretek legendaris saat ini. Bahkan, pembangunan di Kabupaten Kudus juga disokong oleh CSR dari perusahaan-perusahaan swasta setempat. Sejarah industri kretek, berawal dari seorang Haji Djamhari yang menciptakan rokok kretek di akhir abad ke-19 sekitar tahun 1870 hingga 1880-an.

Hingga tahun 1903 Nitisemito memulai produksi rokok kretek dengan merk Bal Tiga dan berhasil menjadi Raja Kretek dipuncak kejayaannya di tahun 1934. Industri rokok kretek Bal Tiga terhenti karena pabrik dan aset-aset mesin disita oleh pasukan Jepang untuk dijadikan gudang dan bahan persenjataan mereka Keberhasilan Nitisemito lalu diikuti oleh pengusaha-pengusaha kretek lainnya di Kudus.

Baca juga:  Siswi MI Banat Ciptakan Robot Pembersih Jalan

Kini awal abad ke-20, beberapa industri kretek besar ada di Kudus. Seperti PT Djarum, PT Nojorono dan PT Sukun. Dari ketiga industri kretek ini, tercipta lapangan kerja besar-besaran untuk penduduk di Kudus dan kota lainnya. Pada Festival Kali Gelis Kretek Pulang ke Rumah Part 2, diharapkan dapat membangun atmosfir tentang Kota Kudus berupa balutan Sejarah kretek.

Sehingga Kretek menjadi pilihan yang tepat, tidak hanya menyangkut soal industri Rokok tetapi juga sudah menjadi Identitas Kota Kudus yang mempengaruhi perilaku dan budaya masyarakat. Hal itu sebagai bentuk kelanjutan kegiatan Kretek Pulang ke Rumah 2023 yang diselenggarakan oleh Kudus Tobacco Lagacy dan Republik Tembakau Akar Roemput (RTAR).

Baca juga:  Pemilik Rumah Sakit Kumala Siwi Siap Bertarung di Pilkada Kudus

Hal itu dalam rangka nguri-uri Budaya Kretek di Kota Kudus. Selain itu penyelenggaraannya melibatkan UKM/UMKM dan komunitas hobi. Sehingga untuk kegiatannya akan melibatkan stake holder penggerak ekonomi dan kebudayaan di Kudus. Secara khusus akan melibatkan stakeholder episentrum sejarah kretek yaitu masyarakat Desa Langgardalem.

Lurah Desa Langgardalem, Muhammad Khoirul Amin mengatakan, diadakannya Event Festival Kali Gelis ini, diharapkan dapat memberi dukungan penuh dan dapat dilakukan secara regular di desanya. Pihaknya sangat mendukung diadakannya kegiatan tersebut. Sebab, Sejarah Industri Kretek diawali dari Desa Langgardalem oleh Mbah Nitisemito yang peninggalannya sebagian masih ada sampai sekarang.

Baca juga:  Ngembal Kulon Juara Lomba Desa Tingkat Kabupaten

“Saya berharap kegiatan ini dapat jadi event tahunan yang kedepan dapat menjadi pengembangan wisata sejarah kretek di Langgardalem” tambahnya.

Berbeda dengan event serupa yang diselenggarakan tahun 2023 di Museum Kretek, Festival Kali Gelis ini akan berkolaborasi dengan komunitas Cerita Kudus Tuwa (CKT) yang menawarkan Tour Kampung Juragan Kretek di sekitar desa Langgardalem dengan mengunjungi beberapa rumah peninggalan Nitisemito. (adm/fat)