Distapang Kota Semarang Berikan Fasilitas Distribusi Beras dari Petani ke Konsumen

Kepala Distapang Kota Semarang, Endang Sarwiningsih
Kepala Distapang Kota Semarang, Endang Sarwiningsih. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang memberikan fasilitas kepada petani berupa distribusi atau pengantaran beras sampai ke tangan konsumen. Hal ini perlu dilakukan lantaran biaya produksi yang mahal, sehingga kenaikan harga beras medium di Kota Semarang telah mencapai HET Rp 12.500, dari yang sebelumnya Rp 10.900.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengukapkan, biaya distribusi ini sebesar Rp 1.500 per kilonya, yang dipasarkan melalui Pasar Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman). Selain itu, pihaknya juga mendistribusikannya ke Lumbung Pangan Masyarakat Kota Semarang (Lumpang Semar) yang tersebar di 121 kelurahan.

Baca juga:  Backlog Kepemilikan Rumah di Jateng Tembus 324.855

“Sebenarnya di Kota Semarang harga barang per bulan April lalu sudah ada kenaikan. Faktor lain adanya kenaikan karena musim kemarau yang mana bulan ini sudah mulai,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Rabu (5/6/24).

Pihaknya, kata dia, juga kembali bersiap untuk menanggulangi dampak jika musim kemarau berlangsung lama, atau biasa disebut dengan El Nino. Sehingga mengakibatkan panen padi menjadi berkurang.

“Meskipun panen sudah banyak, di bulan April ini naik (harga beras, Red.) karena minat konsumsinya juga banyak. Untuk memperkirakan kenaikan ini sampai kapan kami belum bisa menyampaikan karena tergantung ada panen raya belum lagi ada kenaikan di komponen lain seperti harga pupuk, bibit, dan obat dari petani,” ujarnya.

Baca juga:  Dyah Tunjung Bakal Kedepankan Program Perempuan dan Anak

Hingga saat ini, kata Endang, pihaknya bekerjasama dengan kabupaten/kota penghasil beras di Jawa Tengah. Di antaranya, Demak, Purwodadi, Klaten, Sukoharjo, Cilacap, dan Kabupaten Semarang.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pangan Nasional Republik Indonesia (Bapanas) mengatakan bahwa kenaikan HET ini berlaku untuk beras medium dan premium per 1 Juni lalu. Pemerintah menyebut, langkah ini bertujuan guna menghadapi fluktuasi harga komoditas global dan perubahan iklim yang mempengaruhi produk pangan nasional. (int/adf)