Backlog Kepemilikan Rumah di Jateng Tembus 324.855

Kepala Disperakim Jateng, Arief Djatmiko
Kepala Disperakim Jateng, Arief Djatmiko. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, angka backlog atau kebutuhan akan kepemilikan rumah di wilayahnya telah menembus angka 324.855 pada tahun ini. Tertinggi ada di Kabupaten Brebes dengan 22.453.

Kepala Disperakim Jateng Arief Djatmiko berkata, angka backlog 324.855 itu tersebar merata di 35 kabupaten/kota. Adapun urutan tertinggi setelah Kabupaten Brebes yakni Tegal dengan 22.106 backlog, dan Klaten dengan 21.634 backlog.

Backlog tertinggi selanjutnya di Kota Solo dengan 17.016 backlog, Sukoharjo dengan 11.988 backlog, Boyolali dengan 6.571 backlog. Lalu Karangayar dengan 5.760 backlog, Sragen dengan 5.648 backlog, dan Wonogiri dengan 4.952 backlog.

Baca juga:  Sekretaris DMI Kota Semarang Harap Kurban Jadi Pembiasaan

Untuk mengurangi angka backlog, kata Arief, pihaknya melakukan intervensi dengan berbagai program yang ditujukan kepada masyarakat. Salah satunya Tuku Lemah Oleh Omah.

“Kami sudah lakukan intervensi mulai dari program RTLH bagi yang tak mampu, kemudian KPR bagi masyarakat. Terus ada program Jateng Gayeng Bangun Omah Bareng, Dandani Omah Bareng, Tuku Omah Oleh Omah,” kata Arief, belum lama ini.

Arief tidak menampik bila backlog mencapai 324.855 ini merupakan angka yang besar. Pasalnya selama ini, banyak kendala yang menjadi tantangan untuk mengatasi krisis kesenjangan kepemilikan dan kebutuhan rumah.

Baca juga:  8.536 PKD di Jateng Siap Tancap Gas Sambut Pilkada

“Kendala utama data terus berkembang, karena jumlah orang tiap tahun pasti bertambah. Belum ditambah adanya urbanisasi,” tandas dia. (luk/adf)