BPBD Bantul Prediksi Tingkat Kekeringan Lebih Landai

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memprediksi kekeringan pada musim kemarau tahun ini lebih landai dari sebelumnya. Hal ini karena puncak kemarau Juli hingga Agustus nanti dalam keadaan musim El Nina.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan, pihaknya telah melangsungkan rapat bersama BPBD DIY membahas musim kemarau tahun ini. Dalam rapat itu, turut hadir pula narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jadi kita kemarin sudah rapat dengan BPBD DIY, dan narasumbernya dari BMKG. Untuk kekeringan ini, khusus Bantul diprediksi statusnya siaga,” ungkapnya, Rabu (12/6/24).

Baca juga:  Manfaatkan Sumber Daya, Wujudkan Pertanian Terpadu

Namun, pihaknya belum menerbit status siaga tersebut karena musim kemarau berlangsung pada bulan Juli sampai dengan Agustus. Adapun untuk menerapkan status siaga, pihaknya masih menunggu adanya permohonan dari masyarakat yang membutuhkan dropping air.

“Tapi kami dari BPDB Bantul belum mengeluarkan status siaga, karena kami masih menunggu adanya permohonan dari masyarakat yang membutuhkan air. Nanti bila sudah ada permohonan dari masyarakat, kita akan segera rapat internal, kita akan keluarkan SK siaga itu,” tuturnya.

Menurutnya, kemarau kali ini diperkirakan lebih landai dari kemarau tahun lalu. Mengingat, berdasarkan keterangan dari BMKG bahwa pada bulan Juli hingga Agustus merupakan musim El Nina. “Juli hingga Agustus dikatakan musim El Nina. El Nina-nya lemah, artinya kemarau tapi ada juga hujannya,” terang Antoni.

Baca juga:  Perkuat Branding, Sertifikasi Alpukat Suro Diajukan

Berdasarkan data kekeringan sebelumnya, ada empat lokasi yang membutuhkan dropping air paling tinggi. Yaitu Kapanewon Sedayu sebanyak 185.000 liter, Dlingo 175.000 liter, Pajangan 100.000 liter, dan Kapanewon Kasihan sebanyak 75.000 liter

Sementara itu, menyusul pula dua Kapanewon lain yaitu Pundong dengan jumlah droping sebanyak 45.000 liter, Imogiri 30.000 liter, dan Pleret 20.000 liter. “Dilihat dari musim tahun ini, agak lebih baik dari kemarin. Kalau kemarin kemaraunya panjang karena El Nino, kalau tahun ini tidak seperti kemarin. Moga-moga droping tidak terlalu banyak,” tandasnya. (nik/abd)