LDII Pemalang Gelontorkan Rp 3,1 Miliar untuk Kurban

GOTONG ROYONG: Warga LDII Pemalang berkerja sama pada pemotongan hewan kurban yang dibagikan ke masyarakat umum sekitar, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Terus bertambah disetiap tahunnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pemalang menggelontorkan dana khusus kurban lebih dari Rp 3,1 miliar. Di mana pelaksanaan pemotongan dibagi di 40 titik, dengan pengemasan menggunakan besek anyaman bambu, lantaran ramah lingkungan dan memberdayakan UMKM produsen di daerah.

Sekretaris DPD LDII Pemalang Agus Sarwono menuturkan, jumlah hewan kurban yang disembelih total 222 ekor, dengan rincian 114 sapi dan 108 kambing. Kemudian, total dana terkumpul dan dibelikan hewan mencapai Rp 3.185.700.000. Sedangkan, pelaksanaan 2023 sebesar Rp 3.046.750.000, ada kenaikan sekitar Rp 138.950.000 dibanding 2024.

Baca juga:  Lomba Merpati Kolong Meriahkan Peringatan HUT Bhayangkara ke-78

“Kami berkesempatan berbagi kepada sesama yang membutuhkan, pembagian daging yang dishodaqohkan ke warga sekitar masjid. Keberadaan LDII harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat umum di seluruh daerah, bukan hanya anggota atau jamaah di dalamnya,” ucapnya, belum lama ini.

Pihaknya menjelaskan, dalam penyebaran hewan kurban, Kecamatan Ampelgading menjadi satu-satunya kecamatan dengan jumlah terbanyak, yaitu 31 sapi dan 54 kambing. Kemudian, Kecamatan Pemalang 23 sapi dan 19 kambing, serta Kecamatan Petarukan 21 sapi dan 9 kambing. Sedangkan, 11 kecamatan lainnya jumlahnya antara 1-9 sapi dan 2-9 kambing.

Baca juga:  Mansur Pastikan Daging Kurban Aman

Selain itu, pada proses pengemasan daging menggunakan kemasan ramah lingkungan yaitu anyaman bambu atau besek. Hal ini menjadi perhatian khusus DPD LDII Pemalang, sebab ingin pelaksanaan kurban tetap ramah lingkungan dan memberdayakan UMKM.

“Alhamdulillah, jumlah hewan kurban warga LDII Jawa Tengah 2024 yaitu ada 5.911 sapi, 1 kerbau dan 6.215 kambing, walaupun pasti ada perubahan di setiap daerah. Kemudian, sengaja mengemas menggunakan besek agar tetap ramah lingkungan dan UMKM ikut terperdaya,” pungkasnya.(fan/sam)