Buron Dua Tahun, Terdakwa Penipuan Rp 1,6 Miliar Ditangkap di Pemalang

TAK BERKUTIK: Tim Intelijen Kejari Pemalang saat menyerahkan terdakwa Warkisno (52) yang di dakwa Pasal 378 KUHP ke Rutan Kelas II B Pemalang, Selasa (25/6/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang berhasil menangkap Data Pencarian Orang (DPO) terdakwa Tindak Pindana Umum Penipuan melanggar Pasal 378 KUHP pada Sabtu (22/6) di sekitar Lapangan Desa Sambeng, Kecamatan Bantarbolang. Di mana terdakwa sempat buron selama dua tahun, setelah putusan Kasasi Nomor 1412K/Pid/2022 pada 7 Desember 2022 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pemalang Ermawan menuturkan, dalam proses penangkapan terdakwa atas nama Warkisno (52) cukup kooperatif, walaupun sempat kucing-kucingan hingga masuk ke dalam DPO selama dua tahun. Tim Intelijen mendapatkan informasi terdakwa ada di rumahnya yang baru di Perumahan Sambeng Village Blok D Nomor 11 Pemalang, namun tidak di tempat dan dikejar oleh tim hingga tertangkap di sekitar lapangan Desa Sambeng saat menaiki ojek.

Baca juga:  Pemkab Pemalang Akan Gelar Turnamen Sepak Bola Bupati Cup

“Setelah diamankan, kami bawa ke Pos Security Perumahan Sambeng. Selanjutnya terdakwa dilakukan pemeriksaan dan mengakui dengan alasan akan pergi ke Brebes guna bekerja. Lalu diproses Jaksa Zein Arief Dwicahya, pada malam itu juga terdakwa langsung dilakukan eksekusi dan dibawa ke Rutan Pemalang, guna menjalani Putusan Kasasi,” tuturnya, Selasa (25/6/24).

Pihaknya menjelaskan, giat pengamanan itu dilaksanakan atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pemalang, pada 7 September 2022 setelah JPU melakukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI dan berdasarkan Putusan Kasasi Nomor 1412K/Pid/2022 tanggal yang sama. Dengan amar putusan mengabulkan permohonan kasasi penuntut umum, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara selama 2 tahun, menetapkan masa penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Baca juga:  Lestarikan Lingkungan dengan Tanam 750 Pohon

Sementara itu, Kepala Sub Saksi (Kasubsi) Pra Penuntutan (Pratut) sekaligus Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zein Arief Dwicahya menjelaskan, kasus ini berawal pada 24 Juni 2019 terdakwa menerima pekerjaan dari PT. Panca Budi untuk melaksanakan tanah urukan lahan seluas 56.558 m² di Kecamatan Petarukan senilai Rp. 9.994.929.760, dengan jangka waktu 90 hari kerja. Namun terkendala modal hingga mencari perusahaan pembantu modal yaitu PT. Sekawan Bayu Perkasa.

Namun setelah PT. Panca Budi melakukan pembayaran pekerjaan itu, terdakwa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhanya tanpa seijin dan sepengetahuan PT. Sekawan Bayu Perkasa. Di mana penggunaan uang seharusnya sepengetahuan kedua belah pihak hingga selesainya pekerjaan, sebagai kesepakatannya.

Baca juga:  Bupati Pemalang Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

“Akibat perbuatan itu, sesuai Putusan Kasasi, PT Sekawan Bayu mengalami kerugian Rp 1.221.114.000,00 serta biaya operasional Rp 405.439.800,00. Maka saat ini terdakwa telah di tahan di Rutan Negara Kelas IIB Pemalang,” paparnya.(fan/sam)