Beri Kemudahan Akses Layanan Kesehatan, RSUD dr Adhyatma Punya Inovasi Si-Kasih

APLIKASI: Inovasi Sikasih untuk pemberian informasi dan edukasi tentang kondisi harian pasien di RSUD dr Adhyatma. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – RSUD dr Adhyatma memiliki inovasi berupa Sistem Informasi Kondisi Pasien Harian (Si-Kasih), dengan ide utama sebagai upaya percepatan dan kemudahan akses pelayanan kesehatan dalam rangka patient safety.

Yakni dengan pemberian informasi dan edukasi tentang kondisi harian melalui penggunaan platform digital SIMRS/telenursing.

Sebelumnya, menurut data RSUD dr Adhyatma, pada tahun 2022, dari 14.191 pasien, terdapat 50 pasien tanpa penunggu dan 57 pasien dari 15.628 pasien pada tahun 2023 di fasilitas kesehatan tersebut.

Direktur RSUD dr Adhyatma, dr Zulfahmi Wahab Sp. PD Sub Sp HOM mengungkapkan, faktor yang menjadi alasan keluarga tidak dapat menunggui pasien di antaranya karena keterbatasan waktu, jarak geografis, keterbatasan keuangan, kewajiban keluarga lainnya, masalah kesehatan sendiri dan keterbatasan emosional.

Baca juga:  ASN Diminta tak Ikut Judol

“Dampak pasien tanpa penunggu menyebabkan kesepian dan stres emosional, keterbatasan dalam dukungan, keterbatasan informasidan komunikasi, kurangnya pendampingan dan pengambilan keputusan serta risiko terhadap keselamatan karena keputusan terhadap pelayanan pasien akan tertunda,” ungkapnya, belum lama ini.

Hal tersebut, lanjutnya, menyebabkan komplain keluarga terkait kurangnya informasi terhadap pasien.

Data komplain pada tahun 2022 terdapat 40 persen keluarga mengeluhkan akan kurangnya infomasi terkait kondisi pasien selama rawat inap.

“Dengan memahami faktor-faktor ini, penting untuk mencari solusi alternatif yang memungkinkan keluarga untuk tetap terlibat dalam perawatan pasien, meskipun mereka tidak dapat menunggui secara langsung di rumah sakit. Oleh karena itu memelukan solusi dalam mengurai masalah terkait pasien tanpa penunggu,” ujar dr Zulfahmi.

Baca juga:  Seminar Kewirausahaan Unwahas Hadirkan Bupati Kendal Dico

Lebih lanjut, ia mengatakan, Si-Kasih diciptakan untuk mengoptimalkan kinerja, sekaligus mengantisipasi perubahan yang terjadi di masa depan. Yakni dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan pada keluarga pasien rawat inap terhadap ketidakpastian dan kurangnya informasi kondisi pasien.

“Tujuan dari Sikasih untuk keluarga pasien tanpa penunggu adalah mempercepat informasi kondisi pasien kepada keluarga, percepatan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, memberikan akses terhadap perawatan kesehatan. Meningkatkan meningkatkan keselamatan pasien tanpa penunggu,” terang dr Zulfahmi.

Sementara itu, imbuh dia, manfaat yang diperoleh sesudah inovasi ini diimplementasikan sejak September 2020, yaitu antara lain meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD dr Adhyatma.

Baca juga:  Pemkot Semarang Diminta Konsolidasi Pengadaan Khusus Barang dan Jasa

Selain itu, meningkatkan branding RSUD dr Adhyatma Provinsi Jawa Tengah sebagai Rumah Sakit Pendidikan Ramah Inovasi, serta mendapatkan kesempatan pemantauan mutu pelayanan melalui digitalisasi informasi. (hms/adf)