KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 304 pelajar SD negeri dan swasta dari 9 kecamatan se Kabupaten Kudus bersaing di ajang MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam) ke 25 tingkat Kabupaten. Mereka adalah para peserta yang terseleksi dari 4.626 peserta di jenjang kecamatan. Pelaksanaan MAPSI Kabupaten ini terpusat di korwil Pendidikan Kecamatan Mejobo, SD 1 Jepang, SDIT Al Kausar dan TPQ Arridho.
Terdapat 13 cabang lomba yang diikuti. Diantaranya PAI dan BTQ, adzan iqamah, praktik wudhu dan shalat, tilawatil quran, hifdzil quran, khitobah dan macapat Islami. Lalu TIK Islami, khat, kaligrafi, cerita Islami, menyanyi duet religi dan rebana.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Suhadi mengungkapkan, MAPSI ini jadi sarana menggugah motivasi belajar terhadap anak didik. Khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami. Dengan lomba ini, pihaknya berharap anak-anak lebih terpacu dan termotivasi dalam belajar.
Tak hanya itu, melalui kegiatan ini juga bisa menggali potensi dan bakat pelajar Kudus. Sehingga bisa mengembangkan kompetensinya yang bisa dipupuk dengan berlatih.
“Saya harap MAPSI ini mampu mempopulerkan dan mensyiarkan pendidikan agama Islam di sekolah dan masyarakat. Kita juga bisa menanamkan kepada anak-anak untuk mensinergikan agama dan ilmu pengetahuan dan seni,” ungkapnya.
Selain itu, imbuh Suhadi, ajang ini menjadi sarana membimbing para pelajar agar memiliki daya saing. Karena kehidupan ke depan tentu tidak sama dengan zaman dahulu yang tingkat persaingannya lebih berat. Sehingga mereka harus tertanam jiwa beragama, berintegritas dan berilmu serta punya seni agar eksis pada zamannya.
“Dengan adanya juara yang terpilih untuk mewakili Kudus di Provinsi nanti, diharapkan ada peserta terbaik yang membawa nama harum Kudus sebagai kota religius dengan segudang prestasi keislaman,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KKG PAI Kudus, Purwohadi Kusumo mengatakan, MAPSI ini sebagai ajang mencari bibit sesuai dengan kompetensinya. Sehingga diharapkan para peserta dapat berkompetisi dengan sportif agar nantinya mendapatkan juara yang bisa bersaing di tingkat provinsi.
“Kompetisi ini tidak hanya semata-mata mencari juara, akan tetapi bakat yang bisa bersaing di ajang provinsi bahkan nasional. Sehingga bisa mewakili Kudus agar menjadi juara 1 provinsi pada 8 hingga 10 November 2024 di IAIN Kudus mendatang,” harapnya. (cr1/fat)










