BPBD Kota Semarang Imbau Masyarakat Waspadai Tanah Longsor

AKTIVITAS: Kejadian usai pohon tumbang menimpa warga dan warung di Jalan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang bertempat tinggal di daerah perbukitan maupun lereng gunung untuk meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor. Pasalnya selama sepekan ini, pihaknya telah menerima sebanyak tujuh aduan bencana tanah longsor, baik itu menimpa talud maupun bangunan rumah.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengungkapkan, tujuh aduan tersebut berasal dari Kelurahan Jomblang, Kelurahan Peterongan, dan Kelurahan Pudak Payung. Hal ini diakibatkan oleh perubahan iklim yang melanda Kota Semarang akhir-akhir ini. Sehingga membuat talud roboh dan pohon tumbang di beberapa titik jalan protokol maupun wilayah perkampungan.

“Saat ini kan masih musim kemarau tetapi karena pengaruh dari cuaca yang ditimbulkan sehingga dalam waktu terakhir ini Kota Semarang sempat diguyur hujan yang relatif cukup deras. Kami memberikan imbauan waspada terkait dengan perubahan iklim salah satunya disaat hujan deras jangan berteduh di bawah pohon, ini hal yang paling mudah untuk dipahami,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, belum lama ini.

Di sisi lain, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang untuk menebang pohon yang sudah tua dan akarnya sudah laput di beberapa titik wilayah jalan protokol maupun perkampungan. Hal ini sebagai langkah pencegahan kecelakaan bencana bagi masyarakat yang melintasi daerah rawan longsor.

“Tetapi namanya longsor ini tidak bisa dideteksi jadi kejadiannya cepat dan tiba-tiba. Untuk daerah-daerah yang longsor kami sudah terus minta kewaspadaan melalui lurah manakala terjadi longsoran bisa dilaporkan kepada kami. Sehingga kami bisa melakukan langkah-langkah awal di lapangan,” jelasnya.

Salah satu upaya mitigasi yang dilakukan sejauh ini, kata Endro, yaitu memberikan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait dengan informasi terkini perubahan cuaca. Baik melalui media sosial, pemberitaan elektronik, dan sebagainya.

Berdasarkan peta mitigasi BPBD Kota Semarang, ada empat kecamatan yang menjadi daerah rawan tanah longsor. Di antaranya Kecamatan Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, dan Kecamatan Gunungpati.

“Untuk lebih spesifiknya untuk Kecamatan Gajahmungkur itu tepatnya di Kelurahan Lempongsari dan Tumpang. Lalu Kecamatan Tembalang itu ada di Kelurahan Tandang dan Sendangguwo. Kemudian, Kecamatan Candisari itu sering di Kelurahan Jomblang. Terakhir Kecamatan Gunungpati itu di Kelurahan Sekaran,” pungkasnya. (int/adf)