Menu Makan Siang Gratis Dinyatakan Negatif dari Bahan Berbahaya

AKTIVITAS: Kepala Distapang Kota Semarang, Endang Sarwiningsih saat mendampingi siswa-siswi menyantap makan siang gratis di kelas SDN Sekaran 01 Jalan Taman Siswa No.10, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Rabu (9/10/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang menyatakan hasil uji sampling pada makan siang gratis para siswa negatif dari bahan berbahaya. Hal ini disampaikan usai pihaknya melakukan pengawasan keamanan pangan dalam program Makan Siang Gratis di SDN Sekaran 01 Jalan Taman Siswa No.10, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati.

Sub Koordinator Kerjasama dan Informasi Keamanan Pangan Distapang Kota Semarang, Septiana Rahmawati mengukapkan, pihaknya telah mengambil sampel dari tiga jenis sayur dan lauk makanan sebelum diberikan kepada siswa. Di antaranya chicken nugget, sop ayam, dan rolade tahu.

“Uji boraks untuk rolade tahu. Kemungkinan kadang di produsen ada nambahin boraks. Kemudian, ayam kita ujikan formalin karena biasanya itu diberikan ke bahan makanan yang segar supaya bisa tahan lama. Tiga uji ini hasilnya kita dapat dalam waktu lima menit dan hasilnya negatif,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Rabu (9/10/24).

Setelah dinyatakan negatif, kata Septi, pihaknya melaporkan kepada pihak sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang. Setelah itu, kotak makan siang bisa diberikan secara aman kepada anak-anak.

Lebih lanjut, ia menerangkan, saat ini pihaknya berfokus mengawasi bahan makanan yang berprotein. Hal ini karena pada bahan tersebut berpotensi ada kandungan berbahayanya.

“Kalau sayuran segar kita masih dalam batas kita aman. Kita percaya masih aman,” imbuhnya.

Dirinya bersyukur, pihak PPJI sudah paham dalam penyajian makanan kepada anak-anak. Berdasarkan pantauan di lapangan, mereka menggunakan isolasi sebagai penutup kemasan nasi kotak sehingga dijamin steril dan aman.

Meski begitu, Septi berpesan kepada pihak katering untuk memberikan makan siang kepada anak maksimal empat jam setelah dilakukan proses pengolahan. Hal ini untuk mengantisipasi agar makanan tidak berbau pada saat disantap oleh anak-anak.

“Takutnya nanti keracunan atau diare. Jadi harapannya kalau bantuan ini diberikan, maksimal 4 jam segera dimakan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang Endang Sarwiningsih menyampaikan, menu kekinian dan bergizi dari resep Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu sangat disukai oleh anak-anak. Hal ini lantaran, banyak menu yang disajikan dengan menggabungkan bahan sayur dan lauk. Sehingga tanpa sadar mereka telah makan makanan yang bergizi dan seimbang.

“Hal ini memberikan gizi yang seimbang dan beragam seperti dalam B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman, Red.) yang sering kami kampanyekan,” ungkap Endang.

Meskipun masih tahap simulasi makan gratis, kata Endang, pihaknya berharap implementasi uji pangan pada makan bergizi anak bisa dilakukan setiap hari. Hal itu agar memastikan makanan yang disajikan aman dan steril dari bahan berbahaya. (int/adf)